Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PASUKAN Rusia di Odesa, Ukraina, pada Minggu (23/7) menewaskan dua orang dan merusak Katedral Ortodoks. Aksi itu menarik sumpah pembalasan dari pemimpin Ukraina Volodymyr Zelensky.
Serangan itu terjadi ketika Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko dan menyatakan serangan balasan Kyiv telah gagal. Rusia telah menggempur kota pelabuhan Ukraina, Odesa, sejak berhenti dari kesepakatan biji-bijian Laut Hitam minggu lalu.
Penduduk setempat menyaksikan dengan tak percaya saat Katedral Transfigurasi, awalnya dibangun pada 1794 di bawah pemerintahan kekaisaran Rusia, dihantam.
Baca juga: PBB Cemaskan Latihan Pasukan Rusia di Laut Hitam
Gereja Ortodoks terbesar di Odesa terletak di dalam pusat kota bersejarah yang dilindungi UNESCO. Organisasi itu mengutuk serangan kurang yang menyasar beberapa situs di kawasan warisan dunia.
"Itu menandai peningkatan kekerasan terhadap warisan budaya Ukraina," menurut Kepala UNESCO Audrey Azoulay.
Gereja yang pernah dihancurkan di bawah era Stalin pada 1936 dan dibangun kembali pada 1990-an setelah runtuhnya Uni Soviet itu, kini mengalami rusak parah. Kementerian Kebudayaan Ukraina mengatakan sejauh ini telah mengidentifikasi kerusakan pada 29 monumen warisan budaya penting.
Baca juga: UE Tambah Bantuan Militer untuk Ukraina US$22 Miliar
Pemerintah Ukraina mengutuk serangan terhadap katedral tersebut sebagai kejahatan perang. Zelensky bersumpah akan membalas serangan tersebut.
"Mereka pasti akan merasakan ini juga. Kita tidak bisa membiarkan orang di seluruh dunia terbiasa dengan serangan teroris. Target dari semua misil ini bukan hanya kota, desa, atau orang. Target mereka adalah kemanusiaan dan dasar dari seluruh budaya Eropa kita,” paparnya.
(AFP/Z-6)
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
PENGAMAT militer Khairul Fahmi, mencurigai adanya jalur klandestin atau perantara yang memfasilitasi rekrutmen eks personel Brimob Bripda Rio menjadi tentara bayaran Rusia
Pengamat kepolisian Bambang Rukminto menyoroti kasus Bripda Muhammad Rio, mantan personel Satuan Brimob Polda Aceh, yang diketahui bergabung dengan pasukan tentara bayaran di Rusia
Seorang anggota dapat dijatuhi PTDH jika meninggalkan tugasnya secara tidak sah (desersi) dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut.
Desersi adalah tindakan meninggalkan tugas atau dinas tanpa izin pimpinan dalam jangka waktu tertentu dengan maksud untuk tidak kembali lagi.
RUSIA dan Tiongkok siap mendukung Iran yang dilanda protes dan diancam oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Namun, dukungan itu akan berkurang jika AS melakukan aksi militer.
Menurut Donald Trump, satu-satunya faktor yang membuat posisi Ukraina tetap bertahan hingga saat ini adalah peran dirinya.
Namun pada 3 Januari, Rusia hanya berdiri dan menyaksikan ketika Amerika Serikat (AS) secara paksa membawa Maduro dan istrinya ke New York.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky resmi menunjuk Kyrylo Budanov sebagai Kepala Staf Presiden di tengah skandal korupsi dan perombakan kabinet besar-besaran.
Pejabat keamanan nasional AS menyatakan Ukraina tidak menargetkan Presiden Rusia Vladimir Putin atau kediamannya dalam serangan drone baru-baru ini
Para pihak juga saling bertukar pandangan mengenai paket kemakmuran untuk Ukraina.
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin menyatakan keyakinannya bahwa negaranya akan keluar sebagai pemenang dalam perang di Ukraina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved