Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Serangan Rusia Lumpuhkan Listrik dan Air di Kyiv

Ferdian Ananda Majni
13/2/2026 13:58
Serangan Rusia Lumpuhkan Listrik dan Air di Kyiv
Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko.(Dok. AFP/Savilov)

SERANGAN udara terbaru Rusia menyebabkan gangguan besar pada infrastruktur vital di Ukraina. Listrik dan air dilaporkan tidak dapat diakses di ibu kota Kyiv, serta di kota Dnipro dan Odesa, menyusul gelombang serangan drone dan rudal balistik.

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko menyampaikan bahwa serangan Rusia pada Kamis (12/2) mengakibatkan pasokan air dan listrik terputus di ribuan gedung apartemen. Sekitar 3.500 unit hunian dilaporkan tidak dapat mengaktifkan sistem pemanas di tengah musim dingin yang sedang berlangsung.

Sejak invasi dimulai pada Februari 2022, Rusia secara berulang menargetkan jaringan energi Ukraina. Pemerintah Ukraina menilai serangan terhadap infrastruktur tersebut sebagai upaya untuk menekan dan menyakiti warga sipil.

Perusahaan energi swasta DTEK mencatat lebih dari 100.000 keluarga kini hidup tanpa aliran listrik. Perusahaan itu juga mengonfirmasi bahwa salah satu pembangkit listriknya menjadi sasaran serangan, meski tidak merinci lokasinya.

Di wilayah selatan, Gubernur Odesa Oblast Oleh Kiper melaporkan gelombang kedua serangan pesawat nirawak Rusia pada Kamis (12/2) malam merusak rumah-rumah warga, fasilitas industri, serta infrastruktur energi. Dampaknya, pasokan listrik, air, dan pemanas terganggu di sejumlah wilayah.

Wakil Perdana Menteri Oleksiy Kuleba sebelumnya menyebut hampir 300.000 orang mengalami kekurangan air akibat gelombang awal serangan di Odesa. Sekitar 200 bangunan di kota pelabuhan itu juga tidak dapat menyalakan pemanas.

Sementara itu, Kepala Administrasi Militer wilayah setempat, Serhiy Lysak, mengatakan serangan juga menghantam sebuah gedung apartemen dan memicu kebakaran di salah satu pasar kota. Satu orang dilaporkan terluka dalam insiden tersebut.

Di kota industri Dnipro, serangan rudal dan drone mengakibatkan empat orang terluka, termasuk seorang bayi dan anak berusia empat tahun.

Di wilayah timur laut Kharkiv yang berbatasan dengan Rusia, dua orang tewas dan enam lainnya mengalami luka-luka akibat serangan di pusat kereta api Lozova.

Angkatan Udara Ukraina melaporkan bahwa sejak Rabu (11/2) malam, Rusia meluncurkan 24 rudal balistik, satu rudal jelajah, dan 219 pesawat nirawak. Dari jumlah tersebut, 16 rudal serta 197 pesawat nirawak diklaim berhasil ditembak jatuh atau dinetralisir.

Moskow membantah menargetkan warga sipil dalam invasinya. Namun, sejak perang pecah, ribuan warga sipil dilaporkan tewas.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mengutuk rangkaian serangan tersebut. Ia menilai aksi militer Rusia merupakan upaya untuk merusak proses perdamaian yang sedang diperjuangkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (CNN/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya