Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Polda Bali menetapkan enam warga negara asing (WNA) sebagai tersangka dalam kasus dugaan penculikan dan pembunuhan terhadap warga Ukraina berinisial IK. Polisi juga telah mengajukan penerbitan red notice melalui Interpol setelah sebagian tersangka diketahui melarikan diri ke luar negeri.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy mengatakan, penculikan terjadi di kawasan Jalan Jimbaran, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, pada Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 22.20 WITA.
“Berdasarkan sejumlah bukti dan keterangan saksi yang sudah diperiksa, polisi langsung menetapkan 6 tersangka yakni RM, VK, AS, VN, SM, dan DH. Semuanya laki-laki dan warga negara asing. Kami telah menetapkan status keenam orang tersebut sebagai tersangka. Hari ini kami berkoordinasi dengan Divhubinter Polri untuk menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) dan Red Notice kepada Interpol guna melacak keberadaan mereka,” ujar Ariasandy di Denpasar, Sabtu (26/2).
Data perlintasan Imigrasi menunjukkan empat tersangka telah melarikan diri ke Malaysia melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, sementara dua lainnya diduga masih berada di Indonesia.
Penyelidikan bermula dari penelusuran mobil rental jenis Avanza dan dua sepeda motor yang terekam kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi korban menginap di Badung hingga wilayah Tabanan. Mobil tersebut diketahui disewa oleh WNA asal Nigeria berinisial C menggunakan paspor palsu.
Polisi kemudian menangkap C di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Senin (23/2/2026). Dalam pemeriksaan, C mengaku hanya diminta menyewa kendaraan dengan imbalan Rp6 juta dan tidak mengetahui kendaraan tersebut akan digunakan untuk tindak pidana.
“Terkait status C, kami bersama kejaksaan masih berkoordinasi mengenai pasal yang tepat untuk disangkakan. Namun, dari titik inilah kami menelusuri jejak pelaku hingga menemukan sebuah vila di Tabanan yang menjadi lokasi perekaman video viral korban,” jelas Ariasandy.
Dari pelacakan GPS mobil rental, polisi menemukan vila di Tabanan dengan bercak darah yang identik dengan sampel darah di dalam kendaraan tersebut.
Hingga kini, korban IK belum ditemukan. Berdasarkan data Imigrasi, korban dipastikan belum keluar dari wilayah Indonesia.
Sementara itu, penemuan potongan tubuh manusia di muara Sungai Wos, Pantai Ketewel, Kabupaten Gianyar pada Kamis (26/2/2026) memunculkan spekulasi terkait hilangnya IK. Namun, polisi menegaskan kedua kasus masih ditangani secara terpisah.
“Kita masih dalam proses identifikasi milik siapa potongan tubuh di Gianyar ini. Polisi sedang mengambil sampel DNA potongan tubuh tersebut untuk dicocokkan, salah satunya dengan DNA orang tua korban IK, guna memastikan identitasnya,” kata Ariasandy.
Potongan tubuh yang ditemukan meliputi kepala, dada, bahu, lengan, dan paha. Seluruhnya telah dievakuasi ke RSUP Prof. Ngoerah, Denpasar, untuk proses identifikasi forensik.
Polisi juga mengimbau masyarakat yang kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor guna membantu proses identifikasi.
Atas perbuatannya, enam tersangka dijerat Pasal 450 KUHP Baru dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara, serta kemungkinan dijerat pasal berlapis terkait perampasan kemerdekaan, penganiayaan berat, dan pencurian dengan kekerasan. (E-3)
WARGA Negara Ukraina, Ukraina Igor Lermakov, 48 menjadi korban perampokan yang diduga melibatkan warga negara asing atau Geng Rusia yang beranggotakan 9 orang. Sejumlah fakta dan kronologisny
Laporan CPJ 2025: Israel catat rekor pembunuh jurnalis terbanyak dengan 84 korban. Tahun 2025 jadi tahun paling mematikan bagi pers global dengan total 129 kematian.
Memasuki tahun kelima perang, Presiden Zelensky menegaskan kedaulatan Ukraina tetap tegak meski dihantam serangan udara harian dan kerugian personel yang masif.
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
SERANGAN udara terbaru Rusia menyebabkan gangguan besar pada infrastruktur vital di Ukraina. Listrik dan air dilaporkan tidak dapat diakses di ibu kota Kyiv
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved