Headline

Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.

4 Tahun Invasi Rusia, Ukraina Terluka tapi Tak Menyerah di Tengah Korban yang Terus Jatuh

Thalatie K Yani
25/2/2026 03:06
4 Tahun Invasi Rusia, Ukraina Terluka tapi Tak Menyerah di Tengah Korban yang Terus Jatuh
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan pemimpin G7 menghadiri peringatan 4 tahun perang Ukraina Rusia(Media Sosial X)

EMPAT tahun sejak Rusia meluncurkan invasi skala penuh, rakyat Ukraina berkumpul untuk mengenang mereka yang gugur dalam perang yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Memasuki tahun kelima, militer Ukraina terus bertahan dari gempuran Rusia meski harus dibayar dengan kerugian personel yang terus membengkak di kedua belah pihak.

Selasa kemarin, Kyiv sejenak membeku dalam hening cipta pada pukul 10.00 pagi. Di Alun-alun Maidan, deretan bendera yang melambangkan nyawa yang hilang berkibar lesu, sementara di Bucha, kota yang menjadi saksi bisu kekejaman awal perang, warga meletakkan bunga di atas nisan granit hitam para prajurit.

"Perang telah merenggut banyak nyawa," ujar Valentyn, seorang pria yang mengunjungi makam rekan-rekannya. "Sayangnya bagi kami, ini terlalu banyak. Tidak ada yang menyangka ini akan berlangsung selama ini."

Keteguhan di Bawah Tanah

Dalam pidato video dari lorong bawah tanah istana kepresidenan yang menyerupai kantor Winston Churchill era Perang Dunia II, Presiden Volodymyr Zelensky memberikan pesan kuat bagi bangsanya.

"Ukraina tidak pernah memilih perang ini," tegas Zelensky. "Kami telah mempertahankan kemerdekaan kami, kami tidak kehilangan kenegaraan kami. Ukraina ada bukan hanya di atas peta."

Di sisi lain, Kremlin mengakui bahwa tujuan perangnya "belum sepenuhnya tercapai" dan berniat melanjutkan serangan. Juru bicara Dmitry Peskov kembali menuding dukungan Barat sebagai pemicu konfrontasi langsung antara Rusia dan blok Barat.

Tekanan Diplomasi dan Bayang-bayang Trump

Situasi politik internasional kini berada di titik krusial. Pemimpin G7, termasuk Presiden AS Donald Trump, mengeluarkan pernyataan bersama yang menegaskan dukungan terhadap kedaulatan Ukraina. Ini merupakan deklarasi pertama mereka sejak Trump terpilih kembali.

Meski Zelensky menyambut upaya Amerika untuk menengahi gencatan senjata, kekhawatiran tetap membayangi. Trump selama setahun terakhir kerap menekan Ukraina untuk menyetujui kesepakatan yang dianggap tidak menguntungkan.

Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer, menekankan bahwa penghalang utama perdamaian adalah Vladimir Putin. "Dalam hal negosiasi, ada satu orang yang menghalangi kemajuan. Dan itu adalah Putin, tidak ada orang lain selain Putin," ujarnya.

Harga Mahal yang Harus Dibayar

Data menunjukkan skala kehancuran yang mengerikan. Inggris memperkirakan Rusia menderita 1,25 juta korban jiwa dan luka, lebih tinggi dari total korban AS di Perang Dunia II. Sementara itu, Zelensky secara resmi menyatakan 55.000 tentara Ukraina gugur, meski sumber lain yang dirujuk BBC memperkirakan angka kematian bisa mencapai 200.000 jiwa.

Kini, Ukraina menghadapi musim dingin terberat dengan infrastruktur energi yang hancur. Zelensky mendesak AS segera mengirimkan rudal pencegat untuk sistem Patriot guna menghadapi serangan udara Rusia yang telah menguras stok pertahanan mereka. Bagi rakyat Ukraina, perjuangan ini bukan sekadar soal wilayah, melainkan hak untuk terus eksis. (BBC/CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya