Headline

Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.

Serangan Mematikan Rusia di Bogodukhiv Ukraina, Tiga Balita dan Satu Pria Tewas

Haufan Hasyim Salengke
11/2/2026 12:10
Serangan Mematikan Rusia di Bogodukhiv Ukraina, Tiga Balita dan Satu Pria Tewas
Kepala militer regional Oleg Synegubov mengatakan tiga balita dan seorang pria berusia 34 tahun meninggal akibat serangan Rusia di Kota Bogodukhiv, wilayah Kharkiv.(Foto arsip/RTE)

SERANGAN udara yang dilancarkan pasukan Rusia ke Kota Bogodukhiv, wilayah Kharkiv, pada Rabu (11/2/2026), merenggut nyawa empat warga sipil, termasuk tiga balita.

Kepala Militer Regional Kharkiv, Oleg Synegubov, mengonfirmasi melalui saluran Telegram bahwa korban tewas terdiri dari dua anak laki-laki berusia satu tahun dan seorang anak perempuan berusia dua tahun. Ketiga balita tersebut berada di dalam satu rumah saat serangan terjadi.

"Seorang pria berusia 34 tahun yang berada di lokasi yang sama juga meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya," jelas Synegubov.

Selain korban jiwa, serangan ini melukai seorang perempuan lanjut usia berusia 74 tahun dan seorang perempuan hamil berusia 35 tahun. Keduanya saat ini tengah mendapatkan perawatan medis intensif.

Kota Bogodukhiv merupakan bagian dari wilayah Kharkiv, zona yang belakangan ini menjadi sasaran intensifikasi serangan Rusia. Moskow dilaporkan terus menargetkan infrastruktur transportasi dan energi di wilayah tersebut guna melemahkan pertahanan Ukraina.

Diplomasi di tengah gempuran

Serangan ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang sedang berlangsung di Abu Dhabi. Pejabat Ukraina dan Rusia dilaporkan telah mengadakan pembicaraan yang dimediasi oleh Amerika Serikat untuk mencari jalan keluar bagi invasi yang telah memasuki tahun keempat ini.

Meski pekan lalu kedua belah pihak berhasil melakukan pertukaran tawanan perang, kesepakatan damai permanen dinilai masih sangat jauh dari kenyataan.

Laporan kemanusiaan PBB

Berdasarkan data dari Misi Pemantauan Hak Asasi Manusia PBB di Ukraina (HRMMU), sekitar 15.000 warga sipil Ukraina telah tewas sejak invasi dimulai pada Februari 2022. Lembaga tersebut mencatat bahwa tahun 2025 merupakan periode paling mematikan dengan angka kematian sipil mencapai lebih dari 2.500 jiwa. (RTE/B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya