Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Rusia Bombardir Kharkiv selagi AS dan Ukraina Puji Kemajuan Perundingan di Jenewa

Haufan Hasyim Salengke
24/11/2025 16:31
Rusia Bombardir Kharkiv selagi AS dan Ukraina Puji Kemajuan Perundingan di Jenewa
Serangan Rusia di Kharkiv pada 23 November 2025, menewaskan 4 orang dan melukai setidaknya 17 orang.(Administrasi Militer Oblast Kharkiv/Telegram/The Kyiv Independent)

PASUKAN Rusia melancarkan apa yang digambarkan oleh pejabat setempat sebagai serangan pesawat nirawak ‘besar-besaran’ di Kharkiv pada Minggu (23/11) waktu setempat. Serbuan Moskow menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 17 lainnya di kota terbesar kedua di Ukraina.

Wali Kota Kharkiv, Ihor Terekhov, mengatakan melalui Telegram bahwa sedikitnya empat orang tewas, termasuk satu korban yang jasadnya ditemukan di bawah reruntuhan. Gubernur Oleh Syniehubov mengatakan 12 orang terluka, di antaranya dua anak berusia 11 dan 12 tahun.

Tiga bangunan tempat tinggal dan sebuah fasilitas infrastruktur terbakar, dan layanan darurat melaporkan kerusakan bangunan di dua distrik.

Pihak berwenang mencatat 15 serangan di enam distrik kota, yang terletak sekitar 30 km (18,6 mil) dari perbatasan Rusia.

Kharkiv berhasil membendung upaya Rusia untuk merebutnya pada tahap awal perang, tetapi sejak itu sering menghadapi serangan.

Serangan di Kharkiv itu terjadi ketika pejabat Amerika Serikat (AS), Ukraina, dan Eropa bertemu di Jenewa untuk membahas proposal untuk mengakhiri perang Rusia di Ukraina.

Pascapertemuan, AS dan Ukraina mengumumkan kerangka kerja yang direvisi yang bertujuan untuk mengakhiri perang dengan Rusia setelah perundingan di Swiss pada Minggu.

Proposal yang diperbarui menyusul kritik terhadap rencana 28 poin sebelumnya yang disusun oleh Washington, yang menurut para pemimpin Eropa terlalu menguntungkan Moskow.

Dalam pernyataan bersama, kedua negara mengatakan perundingan di Jenewa "menegaskan kembali bahwa setiap perjanjian di masa depan harus sepenuhnya menjunjung tinggi kedaulatan Ukraina dan menghasilkan perdamaian yang berkelanjutan dan adil".

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan kedua belah pihak telah membuat kemajuan yang ‘luar biasa’, meskipun pernyataan bersama tersebut tidak memberikan detail konkret tentang penyelesaian sengketa utama antara Moskow dan Kyiv.

Delegasi Ukraina merujuk pada versi baru rancangan rencana AS, yang belum dipublikasikan, dengan mengatakan bahwa rancangan tersebut sudah mencerminkan sebagian besar prioritas utama Ukraina.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan setiap rencana perdamaian harus menghormati hak Ukraina untuk memilih nasibnya sendiri, termasuk keanggotaan Uni Eropa. (The Kyiv Independent/Al-Jazeera/B-3)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik