Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Ukraina, AS Akan Berunding di Swiss Terkait Rencana Trump Akhiri Perang

Haufan Hasyim  Salengke
23/11/2025 05:06
Ukraina, AS Akan Berunding di Swiss Terkait Rencana Trump Akhiri Perang
Kiri ke kanan: Andriy Yermak, Presiden Volodymyr Zelensky, kiri, Rustem Umerov dan Dmytro Kuleba, dalam diskusi bilateral dengan Menteri Pertahanan Inggris John Healey, dan delegasi, 7 Juli 2024 di Odesa, Ukraina.(Ukraine Presidency/Ukrainian Pre/Planet Pix via ZUMA Press Wire/TASS )

DELEGASI UKRAINA dan Amerika Serikat akan segera bertemu di Swiss untuk membahas rencana Washington dalam mengakhiri perang dengan Rusia, ungkap Kyiv pada Sabtu (22/11), seiring upaya mereka untuk memperbaiki rancangan yang mengindahkan beberapa tuntutan garis keras Moskow.

Presiden Donald Trump memberi Ukraina waktu kurang dari seminggu untuk menyetujui rencana 28 poin untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir empat tahun.

Rencana tersebut akan mengharuskan Ukraina menyerahkan wilayah, mengurangi jumlah tentaranya, dan berjanji untuk tidak pernah bergabung dengan NATO.

Sementara itu, sekutu Ukraina di Eropa, yang tidak dilibatkan dalam penyusunan perjanjian tersebut, menyebut rencana tersebut membutuhkan ‘pekerjaan tambahan’. Mereka berupaya keras di KTT G20 di Afrika Selatan untuk mengajukan tawaran balasan terhadap rencana Trump guna memperkuat posisi Kyiv.

"Dalam beberapa hari mendatang, konsultasi akan dilakukan dengan para mitra terkait langkah-langkah yang diperlukan untuk mengakhiri perang," ujar Presiden Volodymyr Zelensky, setelah mengeluarkan dekrit yang menyebutkan tim Ukraina untuk perundingan tersebut, yang akan dipimpin oleh ajudan utamanya, Andriy Yermak.

"Perwakilan kami tahu bagaimana membela kepentingan nasional Ukraina dan apa yang diperlukan untuk mencegah Rusia melancarkan invasi ketiga," tambah Zelensky.

Pemimpin masa perang tersebut juga melakukan beberapa panggilan telepon dengan rekan-rekan Eropa, karena sebelumnya ia berjanji untuk bekerja sepanjang waktu guna memastikan perjanjian damai final akan melindungi masa depan Ukraina.

Rustem Umerov, sekretaris dewan keamanan Ukraina yang juga akan hadir dalam perundingan tersebut, sebelumnya menyebutkan Swiss sebagai lokasi musyawarah.

"Ini adalah tahap lain dari dialog yang telah berlangsung dalam beberapa hari terakhir dan terutama ditujukan untuk menyelaraskan visi kami untuk langkah selanjutnya," tambah Umerov, yang sebelumnya menjabat sebagai menteri pertahanan.

Sebelumnya, ia memimpin beberapa putaran negosiasi dengan Rusia di Turki, yang hanya menghasilkan pertukaran tahanan dan pemulangan jenazah.

Dekrit Zelensky juga menyatakan negosiasi tersebut akan melibatkan perwakilan Rusia. Namun belum ada konfirmasi langsung dari Kremlin apakah mereka akan bergabung dalam perundingan. (Moscow Times/B-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik