Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Rusia Serang Kyiv Lagi: Gedung TK Rusak, 2 Warga Terluka di Tengah Perundingan Damai

Haufan Hasyim Salengke
05/2/2026 17:00
Rusia Serang Kyiv Lagi: Gedung TK Rusak, 2 Warga Terluka di Tengah Perundingan Damai
Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api di sebuah gedung di Kyiv setelah serangan pesawat nirawak Rusia di ibu kota pada 5 Februari 2025.(Layanan Darurat Negara Ukraina/Kyiv Independent)

RUSIA kembali meluncurkan serangan pesawat nirawak (drone) ke ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Kamis (5/2/dini hari. Serangan ini melukai sedikitnya dua orang serta menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas publik, termasuk sebuah gedung taman kanak-kanak (TK).

Ledakan pertama terdengar di Kyiv sekitar pukul 02.00 waktu setempat, disusul ledakan berikutnya pada pukul 04.15. Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengonfirmasi bahwa serangan Rusia tersebut menyasar beberapa wilayah strategis, di antaranya distrik Obolonskyi, Darnytskyi, Shevchenkivskyi, dan Solomianskyi.

Layanan Darurat Negara Ukraina melaporkan sebuah gedung perkantoran empat lantai di distrik Shevchenkivskyi terbakar hebat. Sementara itu, di distrik Solomianskyi, sebuah gedung TK mengalami kerusakan parah dan jendela-jendela di empat bangunan sekitarnya hancur. Di distrik Obolonskyi, deretan mobil yang terparkir dilaporkan hangus terbakar akibat hantaman drone.

Eskalasi di Tengah Jalur Diplomasi

Serangan ini terjadi hanya berselang satu hari setelah Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat merampungkan putaran kedua pembicaraan trilateral di Abu Dhabi pada Rabu (4/2). Meski dialog damai dijadwalkan berlanjut hari ini, eskalasi militer di lapangan justru meningkat.

Sebelumnya, Rusia sempat menghentikan serangan singkat atas permintaan Presiden AS Donald Trump. Namun, jeda tersebut berakhir setelah Moskow melancarkan serangan musim dingin terbesar pada 3 Februari lalu dengan mengerahkan 71 rudal dan 450 drone yang menyasar infrastruktur energi di Kyiv, Kharkiv, dan Dnipro.

Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan bahwa "pintu penyelesaian damai tetap terbuka." Namun, ia menegaskan Rusia akan terus melanjutkan operasi militer hingga Ukraina mengambil "keputusan yang relevan," tanpa merinci poin keputusan yang dimaksud. Hingga saat ini, Presiden Vladimir Putin dinilai belum beranjak dari tuntutan maksimalisnya terhadap Ukraina. (Kyiv Independent/B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik