Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

Ini Alasan Sean Penn Absen di Malam Oscar 2026

Thalatie K Yani
17/3/2026 11:56
Ini Alasan Sean Penn Absen di Malam Oscar 2026
Sean Penn tidak hadir saat memenangkan Best Supporting Actor di Oscar 2026. Sang aktor justru tertangkap kamera berada di Kyiv bersama Presiden Zelensky.(Media Sosial X)

MALAM penganugerahan Oscar ke-98 mungkin terasa sangat modern dengan kehadiran bintang K-pop hingga lelucon tentang YouTube. Namun, di tengah gemerlap tersebut, terselip sebuah momen klasik yang mengingatkan kita pada era pemberontak Hollywood, Sean Penn tidak hadir untuk menjemput piala kategori Best Supporting Actor.

Saat presenter Kieran Culkin membuka amplop dan membacakan namanya, ia terpaksa membawa patung emas tersebut keluar panggung sendiri dengan raut wajah meminta maaf. Ketidakhadiran ini pun segera terjawab. Penn rupanya lebih memilih berada di zona konflik Ukraina ketimbang berpesta di Los Angeles.

Diplomasi di Tengah Pesta

Beberapa hari sebelum malam puncak, rumor menyebutkan Penn telah terbang ke wilayah rahasia di Ukraina. Kecurigaan itu terbukti saat ia tertangkap kamera di pusat kota Kyiv pada Senin pagi, mengenakan kacamata hitam dan membawa sekotak rokok. Tak lama kemudian, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengunggah foto keduanya yang tengah duduk bersama di kantor kepresidenan.

Langkah ini seolah mempertegas reputasi Penn. Di saat rekan-rekannya di Hollywood bercengkerama dengan "Baby Yoda" atau para pemburu iblis K-pop, Penn membuktikan bahwa ia tidak punya waktu untuk sekadar "hura-hura". Baginya, isu kemanusiaan dan geopolitik global memiliki urgensi yang jauh lebih besar daripada sekadar hiburan.

Tradisi Para "Pembangkang"

Absennya pemenang utama di panggung Oscar sebenarnya merupakan fenomena langka dalam beberapa tahun terakhir. Terakhir kali hal ini terjadi pada 2024, saat Hayao Miyazaki berhalangan hadir karena faktor usia. Sebelum itu, daftar absen biasanya diisi sosok seperti Woody Allen yang lebih memilih bermain jazz, atau Roman Polanski yang berstatus buronan.

Namun, menilik sejarah di abad ke-20, melewatkan Oscar pernah dianggap sebagai tindakan yang berkelas dan penuh prinsip. Sean Penn kini masuk dalam jajaran "pembangkang" legendaris seperti:

  • George C. Scott (1971): Menolak piala karena menganggap upacara tersebut sebagai "parade daging".
  • Marlon Brando (1973): Mengirim Sacheen Littlefeather untuk menolak penghargaan sebagai protes atas penggambaran penduduk asli Amerika di Hollywood.
  • Paul Newman (1987): Absen karena merasa musim penghargaan terlalu melelahkan.
  • Katharine Hepburn: Pemenang empat Oscar yang tidak pernah hadir satu kali pun karena alasan preferensi pribadi.
  • Elizabeth Taylor pada 1967 yang absen demi solidaritas kepada suaminya, Richard Burton, yang diperkirakan kalah dalam nominasi.

Dengan keputusannya untuk berada di Kyiv, Penn telah bergabung dalam liga para non-konformis yang berani bersikap. Langkah ini seolah menyuntikkan kembali karakter "keras kepala" yang mulai pudar di panggung penghargaan modern. Jika ini menjadi awal dari gerakan baru di mana para bintang lebih memilih aksi nyata daripada sekadar pidato kemenangan, maka durasi acara Oscar tahun depan mungkin bisa menjadi jauh lebih singkat. Sesuatu yang mungkin akan disyukuri banyak penonton. (The Guardian/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya