Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

Teyana Taylor Bungkam Kritik: Bertepuk Tangan untuk Kemenangan Orang Lain Adalah Martabat

Thalatie K Yani
17/3/2026 10:51
Teyana Taylor Bungkam Kritik: Bertepuk Tangan untuk Kemenangan Orang Lain Adalah Martabat
Kalah di kategori Best Supporting Actress Oscar 2026, Teyana Taylor justru sorak kegirangan untuk rivalnya. Simak balasannya untuk para kritikus.(ABC)

AKTRIS Teyana Taylor menjadi salah satu pusat perhatian pada malam penganugerahan Oscar ke-98 yang berlangsung Minggu (15/3). Meski gagal membawa pulang piala, bintang film One Battle After Another ini menuai pujian sekaligus kritik tajam atas reaksinya saat pengumuman pemenang.

Teyana Taylor, 35, masuk dalam nominasi kategori Aktris Pendukung Terbaik. Saat presenter Zoe Saldaña mengumumkan Amy Madigan (Weapons) sebagai pemenang, Taylor tertangkap kamera langsung melompat dari kursinya, bersorak, dan bertepuk tangan dengan sangat antusias untuk rivalnya tersebut.

Menepis Tudingan "Akting"

Reaksi ekspresif tersebut memicu perdebatan di media sosial. Beberapa pengguna X (dahulu Twitter) menuding tindakan Taylor hanyalah "akting" atau pura-pura. Menanggapi komentar miring yang menyebut perilakunya "aneh", Taylor memberikan jawaban menohok melalui unggahan di akun pribadinya pada Senin (16/3).

"Dunia ini menyimpan begitu banyak penderitaan sehingga hati yang malang lupa akan wajah kebahagiaan," tulis Taylor. "Mereka tumbuh menjadi pecundang yang pahit, sehingga ketika mereka melihat sportivitas sejati, hal itu membuat mereka gelisah! Seperti air suci yang menyentuh iblis."

Ia menegaskan bahwa merayakan keberhasilan orang lain adalah bentuk kedewasaan. "Karena bertepuk tangan untuk kemenangan orang lain membutuhkan sesuatu yang tidak pernah dipelajari banyak orang... bagaimana cara menang dengan anggun dan sukacita murni, serta bagaimana cara kalah dengan anggun, dagu tegak, dan bermartabat."

Dukungan Penggemar

Taylor juga membagikan ulang pembelaan dari penggemarnya yang menyebut bahwa sangat menyedihkan jika seseorang dianggap memalukan hanya karena menunjukkan rasa bahagia alih-alih duduk dengan wajah muram saat kalah.

Sikap suportif Taylor sebenarnya mencerminkan dinamika musim penghargaan tahun ini. Saat Taylor memenangkan penghargaan di Golden Globe pada 9 Januari lalu, Amy Madigan, 75, juga termasuk di antara deretan aktor yang bersorak paling keras untuk kemenangannya.

Meskipun Taylor tidak memenangkan kategori individu, film yang dibintanginya, One Battle After Another karya sutradara Paul Thomas Anderson, mendominasi malam itu. Film tersebut berhasil memboyong enam piala Oscar, termasuk kategori bergengsi Film Terbaik, Sutradara Terbaik, dan Aktor Pendukung Terbaik untuk Sean Penn.

Malam puncak yang dipandu Conan O'Brien tersebut kembali membuktikan dalam kompetisi sebesar Oscar, sportivitas di bangku penonton terkadang menjadi cerita yang sama menariknya dengan piala di atas panggung. (People/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik