Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, mendesak Presiden Rusia Vladimir Putin untuk segera mengakhiri perang di Ukraina yang telah berlangsung hampir empat tahun. Seruan ini muncul setelah Moskow kembali melancarkan serangan udara besar-besaran ke Kyiv, mengakhiri jeda serangan selama satu minggu yang sebelumnya disepakati demi alasan kemanusiaan di musim dingin.
"Saya ingin dia mengakhiri perang," tegas Trump kepada reporter AFP di Ruang Oval, Selasa. Meski kecewa karena jeda serangan tidak diperpanjang, Trump menyebut Putin setidaknya telah "menepati janji" untuk berhenti menyerang selama satu minggu penuh saat suhu ekstrem melanda.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menuduh Rusia sengaja melanggar kesepakatan yang sebelumnya difasilitasi oleh Trump. Menurut Zelenskyy, Moskow meluncurkan serangan "sengaja" saat suhu di Kyiv merosot hingga -20°C. Serangan tersebut melibatkan rekor 71 rudal balistik dan 450 drone yang menargetkan infrastruktur energi.
Akibatnya, lebih dari 1.000 gedung hunian di Kyiv kehilangan akses pemanas. Zelenskyy menilai Rusia menggunakan jeda singkat tersebut hanya untuk menimbun senjata.
"Entah Rusia sekarang percaya bahwa dalam seminggu ada empat hari yang tidak lengkap, bukan tujuh, atau mereka benar-benar hanya bertaruh pada perang dan menunggu hari-hari terdingin di musim dingin ini," ujar Zelenskyy. "Kami percaya serangan Rusia ini jelas melanggar apa yang dibahas pihak Amerika, dan harus ada konsekuensinya."
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan Trump tidak terkejut dengan laporan pelanggaran tersebut. Sementara itu, Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, menyebut serangan itu sebagai "sinyal buruk" dan upaya Rusia menciptakan kekacauan bagi warga sipil.
Di Kyiv, ledakan mulai terdengar sejak pukul 01.00 pagi waktu setempat, melukai sedikitnya sembilan orang. Natalia Hlobenko (35), seorang warga, menceritakan kengerian saat apartemennya dihujani pecahan kaca. "Di mana gencatan senjata itu?" ucapnya sambil terisak.
Selain menghancurkan fasilitas pemanas air, serangan ini juga merusak monumen Motherland, patung titanium setinggi 62 meter yang menjadi simbol perjuangan melawan agresi. Menteri Kebudayaan Ukraina, Tetyana Berezhna, menyebut tindakan ini sangat sinis karena menghantam tempat peringatan perjuangan melawan agresi abad ke-20 untuk mengulangi kejahatan di abad ke-21.
Insiden berdarah ini terjadi tepat sehari sebelum putaran kedua pembicaraan antara Rusia, Ukraina, dan AS yang dijadwalkan berlangsung di Abu Dhabi pada Rabu dan Kamis.
Kini, rencana gencatan senjata berlapis sedang dibahas oleh sekutu Barat. Laporan Financial Times menyebutkan bahwa rencana tersebut mencakup respons militer dari "koalisi negara-negara yang bersedia" (coalition of the willing), termasuk pasukan Amerika, jika Rusia melakukan pelanggaran lebih lanjut setelah melewati batas waktu 72 jam.
Zelenskyy menegaskan bahwa tanpa tekanan maksimal terhadap Moskow, teror ini tidak akan berakhir. "Sekarang Moskow memilih teror dan eskalasi, itulah sebabnya tekanan maksimal sangat diperlukan," pungkasnya. (AFP/The Guardian/Z-2)
MEMASUKI tahun kelima invasi skala penuh Rusia ke Ukraina, belum ada tanda-tanda penyelesaian perang ini yang stabil.
Hari ke-1.460: Rusia gempur Kyiv & Lviv dengan 345 drone-rudal. Putin prioritaskan nuklir, sementara Hungaria ancam blokir sanksi Uni Eropa terkait aliran minyak.
Dalam wawancara terbaru, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menolak keras konsesi wilayah dan menyoroti tekanan dari Donald Trump terkait gencatan senjata.
Lyudmila Navalnaya menyebut temuan toksin katak panah pada jasad Alexei Navalny membuktikan putranya dibunuh.
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
Uni Eropa mengusulkan larangan transportasi dan layanan minyak Rusia, namun AS menolak dukungan, sementara negara G7 lain belum memberikan janji jelas.
Uni Eropa mengusulkan sanksi baru terhadap Rusia dengan menargetkan pelabuhan di negara ketiga, termasuk Pelabuhan Karimun di Indonesia, dalam paket sanksi ke-20.
Kota pelabuhan Odesa kembali membara akibat serangan drone semalam. Satu orang dilaporkan tewas di tengah upaya negosiasi damai yang masih buntu.
Letjen Vladimir Alexeyev, petinggi intelijen GRU Rusia, ditembak di apartemennya di Moskow. Serangan ini menambah panjang daftar jenderal Rusia yang jadi target.
Kremlin sebut Uni Eropa inkompeten dan tolak dialog dengan Kaja Kallas terkait perang Ukraina. Moskow pilih jalur komunikasi langsung dengan AS tanpa melibatkan UE.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved