Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
RENCANA pertemuan tatap muka antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membahas perang di Ukraina resmi ditunda. Batalnya pertemuan itu setelah kedua pihak gagal mencapai kesepakatan mengenai gencatan senjata.
Trump mengatakan ia tidak ingin mengadakan pertemuan yang “sia-sia”. Hal itu menyinggung kebuntuan yang terjadi akibat penolakan Moskow untuk menghentikan pertempuran di garis depan saat ini.
“Saya tidak ingin pertemuan yang terbuang percuma,” ujar Trump di Gedung Putih, Selasa (22/10).
Sebelumnya, Trump sempat menyebut dirinya dan Putin akan bertemu di Budapest dalam dua pekan. Namun seorang pejabat Gedung Putih menegaskan “tidak ada rencana” untuk pertemuan dalam waktu dekat.
Perbedaan mendasar antara usulan perdamaian AS dan Rusia terlihat semakin jelas pekan ini, memupus harapan akan terselenggaranya KTT tersebut. Pertemuan terakhir Trump dan Putin terjadi di Alaska pada Agustus lalu, namun tidak menghasilkan kesepakatan apa pun.
Pertemuan persiapan antara Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Menlu Rusia Sergei Lavrov yang dijadwalkan pekan ini juga dibatalkan, meski Gedung Putih menyebut keduanya telah melakukan pembicaraan telepon yang ‘produktif’.
Pada Senin (21/10), Trump menyatakan dukungan terhadap proposal gencatan senjata yang didukung Kyiv dan para pemimpin Eropa untuk membekukan konflik di garis pertempuran saat ini.
“Biarlah dipotong seperti adanya,” kata Trump. “Saya bilang, hentikan di garis pertempuran. Pulanglah. Berhenti bertarung, berhenti membunuh orang.”
Namun, Kremlin menolak keras gagasan tersebut. Juru bicara Dmitry Peskov menegaskan posisi Rusia tidak berubah, yakni menuntut penarikan penuh pasukan Ukraina dari wilayah timur.
Lavrov menambahkan, Rusia hanya tertarik pada “perdamaian jangka panjang dan berkelanjutan,” dengan menekankan perlunya mengatasi “akar konflik”. Istilah yang merujuk pada tuntutan Moskow agar kedaulatan penuh Rusia atas Donbas diakui dan Ukraina dilucuti secara militer.
Pernyataan itu ditanggapi oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, yang menilai Rusia “tidak serius” dalam mencari perdamaian. Ia menegaskan, pembekuan garis depan hanyalah “awal diplomasi”, dan satu-satunya hal yang dapat membuat Moskow memperhatikan adalah pasokan senjata jarak jauh untuk Ukraina.
Trump sebelumnya telah membahas kemungkinan pertemuan dengan Putin melalui sambungan telepon, sehari sebelum menerima Zelensky di Gedung Putih. Laporan media menyebut pembicaraan keduanya berlangsung panas, setelah Trump diduga mendorong Zelensky menyerahkan sebagian wilayah Donbas sebagai bagian dari kesepakatan dengan Rusia, sesuatu yang ditolak Kyiv.
Zelensky menegaskan Ukraina tidak akan melepaskan wilayah mana pun yang masih dikuasai, karena hal itu hanya akan memberi peluang bagi Rusia untuk melancarkan serangan berikutnya.
Putin sendiri menghubungi Trump secara mendadak pekan lalu, di tengah spekulasi bahwa Washington tengah bersiap mengirim rudal jarak jauh Tomahawk ke Kyiv, yang dapat menjangkau wilayah Rusia. Zelensky menyebut isu tersebut justru memaksa Moskow kembali ke meja pembicaraan. (BBC/Z-2)
MEMASUKI tahun kelima invasi skala penuh Rusia ke Ukraina, belum ada tanda-tanda penyelesaian perang ini yang stabil.
Hari ke-1.460: Rusia gempur Kyiv & Lviv dengan 345 drone-rudal. Putin prioritaskan nuklir, sementara Hungaria ancam blokir sanksi Uni Eropa terkait aliran minyak.
Dalam wawancara terbaru, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menolak keras konsesi wilayah dan menyoroti tekanan dari Donald Trump terkait gencatan senjata.
Lyudmila Navalnaya menyebut temuan toksin katak panah pada jasad Alexei Navalny membuktikan putranya dibunuh.
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Budapest untuk membahas upaya mengakhiri perang Rusia-Ukraina.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengundang Donald Trump untuk mengadakan putaran pembicaraan selanjutnya di Moskow.
Presiden Rusia Vladimir Putin menilai perang Ukraina bisa dihindari jika Donald Trump menjabat pada 2022.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengaku mencapai kesepakatan awal dengan Donald Trump untuk mengakhiri perang di Ukraina.
Donald Trump dan Vladimir Putin bertemu untuk membhasa mengakhiri perang di Ukraina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved