Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Zelensky: Putin Gagal Capai Tujuan Perang di Ukraina

Dhika Kusuma Winata
24/2/2026 18:19
Zelensky: Putin Gagal Capai Tujuan Perang di Ukraina
Suasana perundingan trilateral antara Ukraina, Amerika Serikat, dan Rusia di Jenewa, Swiss, Selasa (17/2/2026).(ANTARA/Xinhua/Swiss Federal Department of Foreign Affairs)

PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan Presiden Rusia Vladimir Putin gagal mencapai target invasinya, termasuk upaya mengambil alih Ukraina. Hal itu diungkapkannya menandai perang dengan Rusia yang memasuki empat tahun sejak 24 Februari 2022 lalu.

Zelensky menyatakan negaranya tetap bertahan dan siap menempuh segala cara demi perdamaian yang kokoh. Dia menegaskan Kyiv menginginkan perdamaian yang kuat, bermartabat, dan langgeng. Menurutnya, kesepakatan apa pun tidak cukup hanya ditandatangani tetapi juga harus bisq diterima oleh rakyat Ukraina.

“Putin tidak mencapai tujuannya. Ia tidak mematahkan rakyat Ukraina. Ia tidak memenangkan perang ini. Kami telah mempertahankan Ukraina, dan kami akan melakukan segalanya untuk mencapai perdamaian dan memastikan ada keadilan,” ujar Zelensky.

Perang yang memasuki tahun keempat itu telah menewaskan ratusan ribu orang dan menjadi konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II. Perundingan yang dimediasi Amerika Serikat belum mampu menghentikan pertempuran.

Sejumlah pemimpin negara sahabat hadir di Kyiv untuk memperingati momentum tersebut, termasuk Presiden Finlandia Alexander Stubb dan Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen juga berada di Ukraina. Dia menegaskan Eropa tetap berdiri teguh mendukung Kyiv.

“Kami ingin menegaskan kembali bahwa Eropa berdiri tanpa goyah bersama Ukraina, secara finansial, militer, dan melewati musim dingin yang keras ini,” ujarnya.

Amerika Serikat terus mendorong penghentian konflik namun Moskow dan Kyiv masih berselisih soal wilayah. Rusia saat ini menguasai sekitar 20% wilayah Ukraina dan menuntut penguasaan penuh atas Donetsk di timur sebagai bagian dari kesepakatan damai.

Moskow bahkan mengancam akan merebutnya dengan kekuatan militer jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi di meja perundingan.

Ukraina menolak syarat itu dan menegaskan tidak akan menandatangani kesepakatan tanpa jaminan keamanan dari sekutu, termasuk Amerika Serikat, guna mencegah invasi ulang.

Dalam beberapa bulan terakhir, Rusia meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina, menyebabkan jutaan warga kehilangan listrik dan pemanas selama musim dingin.

Rusia juga menolak usulan Ukraina terkait penempatan pasukan Eropa di wilayahnya setelah gencatan senjata. Putin berulang kali menyatakan akan tetap mengejar tujuannya dengan kekuatan militer jika diplomasi gagal. (AFP/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya