Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
KREMLIN pada Kamis (5/6) mengungkapkan Presiden Vladimir Putin telah memberitahu Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai langkah pembalasan Rusia atas serangan Ukraina terhadap pangkalan udaranya, yang merusak beberapa pesawat pengebom berkemampuan nuklir akhir minggu lalu.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, merujuk hal itu ke pembicaraan antara Trump dan Putin via telepon pada Rabu (4/6). Peskov mengungkapkan pangkalan udara Ukraina akan menjadi sasaran dari aksi balas dendam tersebut.
Namun, Putin sendiri tidak menyinggung serangan Ukraina pada Minggu (1/6) terhadap pangkalan udara jauh di dalam wilayah Rusia, termasuk Siberia, dalam pernyataan publiknya pada Rabu (4/6). Sebaliknya, ia menuduh Kyiv melakukan ‘terorisme’ atas beberapa pengeboman jembatan yang mematikan pada Sabtu malam, yang menurut para penyelidik dilakukan oleh Ukraina.
"Ya, tentu saja," kata Peskov singkat ketika ditanya tentang tulisan Trump pada Rabu bahwa ia telah diberitahu oleh Putin bahwa Moskow harus merespons serangan Kiev tersebut.
Ketika diminta untuk membagikan rincian tanggapan Moskow, Peskov membatasi jawabannya. "Sewaktu-waktu yang dianggap pantas oleh militer kami."
Peskov, seperti ajudan presiden Yury Ushakov sebelumnya, mengatakan Trump mencoba meyakinkan Putin bahwa Amerika Serikat tidak memiliki informasi tentang persiapan aksi teroris itu oleh rezim Kyiv.
Trump tidak seperti biasanya bungkam mengenai serangan Ukraina terhadap pesawat pengebom Rusia — salah satu dari tiga pilar persenjataan nuklir Rusia — meskipun Moskow menuntut agar Amerika Serikat dan Inggris mengekang Ukraina.
"Berbicara secara umum tentang penilaian internasional, tentu saja, paling tidak, kami lebih suka mendengar kecaman keras atas aksi teroris ini," kata Peskov.
Pada saat yang sama, ia menekankan bahwa Putin menjunjung tinggi pandangan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov bahwa kontak tingkat kerja perlu dilanjutkan antara Moskow dan Kyiv.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah berulang kali menyerukan perundingan dengan Putin, tetapi pemimpin Rusia yang telah lama menjabat itu mengatakan pada Rabu, "Apa yang bisa kita bicarakan dengan teroris?"
Selain soal pembalasan tersebut, Peskov mengaku Putin dan Trump belum menyepakati waktu untuk bertemu selama percakapan telepon mereka. Namun, kata dia, "Ada pemahaman pertemuan itu perlu."
Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat nirawak Ukraina menyerang lapangan udara di Siberia dan wilayah utara jauh, tempat Rusia menaruh pesawat pengebom berat yang merupakan bagian dari kekuatan nuklir strategisnya. (Moscow Times/B-3)
Uni Eropa mengusulkan sanksi baru terhadap Rusia dengan menargetkan pelabuhan di negara ketiga, termasuk Pelabuhan Karimun di Indonesia, dalam paket sanksi ke-20.
Kota pelabuhan Odesa kembali membara akibat serangan drone semalam. Satu orang dilaporkan tewas di tengah upaya negosiasi damai yang masih buntu.
Letjen Vladimir Alexeyev, petinggi intelijen GRU Rusia, ditembak di apartemennya di Moskow. Serangan ini menambah panjang daftar jenderal Rusia yang jadi target.
Donald Trump desak Putin akhiri perang setelah Rusia melancarkan serangan besar ke infrastruktur energi Kyiv, melanggar janji jeda serangan di musim dingin.
Kremlin sebut Uni Eropa inkompeten dan tolak dialog dengan Kaja Kallas terkait perang Ukraina. Moskow pilih jalur komunikasi langsung dengan AS tanpa melibatkan UE.
Presiden Zelenskyy menyatakan dokumen jaminan keamanan AS-Ukraina siap diteken usai pertemuan trilateral di Abu Dhabi. Isu teritorial masih jadi ganjalan utama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved