Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Rusia secara tegas menutup pintu negosiasi dengan para pejabat tinggi Uni Eropa (UE) guna membahas penyelesaian konflik di Ukraina. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyebut kepemimpinan blok tersebut saat ini tidak kompeten dan tidak memahami realitas geopolitik terkini.
Kritik tajam tersebut secara khusus diarahkan kepada Kaja Kallas, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa yang juga mantan Perdana Menteri Estonia. Peskov menegaskan bahwa baik pihak Moskow maupun Washington tidak akan melibatkan Kallas dalam diskusi strategis apa pun.
"Dengan dia (Kallas), kami tidak akan pernah mendiskusikan apa pun. Amerika juga tidak akan melakukannya," ujar Peskov dalam wawancara dengan jurnalis Russia-1, Pavel Zarubin, yang disiarkan pada Minggu (25/1) waktu setempat. "Apa yang bisa kami lakukan? Kami hanya perlu menunggu sampai dia meninggalkan jabatannya."
Pernyataan keras ini muncul setelah berakhirnya negosiasi trilateral pertama antara Amerika Serikat, Rusia, dan Ukraina di Abu Dhabi pada Sabtu. Meski Uni Eropa telah menggelontorkan bantuan militer dan finansial yang masif ke Kiev, para pejabat Brussels mengeluh karena merasa dikesampingkan dari meja perundingan tersebut.
Peskov menuding Brussels kini dipenuhi oleh fungsionaris yang 'setengah melek huruf' yang tindakannya justru merusak sistem hubungan internasional. Menurut Kremlin, Uni Eropa gagal melihat masa depan dan terjebak dalam retorika garis keras yang tidak produktif.
Kaja Kallas selama ini dikenal sebagai sosok yang vokal mendesak sanksi lebih berat terhadap Rusia. Ia juga sempat mengkritik rencana perdamaian Donald Trump dan menentang konsesi wilayah apa pun kepada Moskow, yang disebutnya sebagai 'jebakan Putin'.
Namun, sikap keras Kallas ini tidak sepenuhnya didukung secara internal oleh anggota Uni Eropa. Perdana Menteri Slovakia, Robert Fico, baru-baru ini melontarkan kritik pedas dengan membandingkan Uni Eropa seperti 'panti pijat' dan secara terbuka meminta Kallas untuk mundur dari posisinya. (DW/RT/B-3)
Uni Eropa mengusulkan larangan transportasi dan layanan minyak Rusia, namun AS menolak dukungan, sementara negara G7 lain belum memberikan janji jelas.
Hari ke-1.460: Rusia gempur Kyiv & Lviv dengan 345 drone-rudal. Putin prioritaskan nuklir, sementara Hungaria ancam blokir sanksi Uni Eropa terkait aliran minyak.
Presiden Prancis Emmanuel Macron memuji putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan kebijakan tarif Donald Trump.
Uni Eropa mengusulkan sanksi baru terhadap Rusia dengan menargetkan pelabuhan di negara ketiga, termasuk Pelabuhan Karimun di Indonesia, dalam paket sanksi ke-20.
Selain penetapan status teroris bagi IRGC, Uni Eropa juga memperluas daftar sanksi individu. Sebanyak 15 pejabat dari sektor keamanan dan peradilan Iran secara resmi masuk dalam daftar hitam.
PARA menteri luar negeri Uni Eropa untuk pertama kali dalam pertemuan pada Kamis (29/1) menyebut Amerika Serikat sebagai ancaman bagi benua tersebut.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian desak Rusia dukung hak sah Iran di tingkat internasional pasca-serangan AS dan Israel. Simak detail diplomasi Teheran dan pembelaan hukumnya di PBB
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin menyatakan akan mempertimbangkan penghentian pasokan energi Rusia ke Eropa dan mengalihkannya ke pasar Asia.
SEBUAH penemuan luar biasa datang dari tim peneliti Rusia yang berhasil menghidupkan kembali tanaman berbunga asal Siberia, Silene stenophylla, dari biji yang telah terkubur 32 ribu tahun.
Rosatom mengatakan telah mengevakuasi hampir 100 orang dari Iran.
Sistem rudal bahu tersebut disebut akan dipasok Rusia ke Iran secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan sebagai bagian dari kontrak bernilai ratusan juta euro.
Uni Eropa mengusulkan larangan transportasi dan layanan minyak Rusia, namun AS menolak dukungan, sementara negara G7 lain belum memberikan janji jelas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved