Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Uni Eropa Resmi Tetapkan Garda Revolusi sebagai Organisasi Teroris, Sanksi Iran Meluas

Basuki Eka Purnama
30/1/2026 04:42
Uni Eropa Resmi Tetapkan Garda Revolusi sebagai Organisasi Teroris, Sanksi Iran Meluas
Aksi demonstran yang mendukung pemboikotan terhadap Garda Revolusi Iran di Brussels.(AFP/NICOLAS TUCAT)

UNI Eropa (UE) mengambil langkah diplomatik yang tegas dengan resmi menetapkan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) sebagai organisasi teroris. Keputusan ini disambut hangat oleh Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, yang menyebut kebijakan tersebut sebagai langkah politik krusial yang memang sudah dinantikan sejak lama.

Melalui pernyataan resminya di platform X, Kamis (29/1), von der Leyen menegaskan dukungan penuhnya terhadap penguatan sanksi bagi rezim Iran. 

Langkah ini diambil menyusul meningkatnya kekhawatiran internasional terhadap tindakan represif dan pelanggaran hak asasi manusia di negara tersebut.

“Saya menyambut kesepakatan politik mengenai sanksi baru terhadap rezim Iran yang mematikan serta penetapan IRGC sebagai organisasi teroris. Langkah ini sudah lama tertunda,” tulis von der Leyen.

Perluasan Daftar Hitam dan Pembekuan Aset

Selain penetapan status teroris bagi IRGC, Uni Eropa juga memperluas daftar sanksi individu. Sebanyak 15 pejabat dari sektor keamanan dan peradilan Iran secara resmi masuk dalam daftar hitam. 

Di antara nama-nama tersebut, terdapat komandan tinggi IRGC serta perwira polisi senior yang dinilai bertanggung jawab atas berbagai tindakan kekerasan.

Konsekuensi dari sanksi ini mencakup pembekuan aset di wilayah Uni Eropa serta larangan perjalanan bagi para individu terkait. 

Dengan penambahan terbaru ini, total daftar hitam Uni Eropa terhadap Iran kini mencakup 247 individu dan 50 entitas. 

Langkah ini menunjukkan upaya kolektif negara-negara anggota UE untuk mengisolasi aktor-aktor yang dianggap melanggar norma kemanusiaan internasional.

Latar Belakang Gejolak Domestik Iran

Keputusan tegas Uni Eropa ini muncul di tengah situasi domestik Iran yang kian tidak stabil. Sejak akhir Desember 2025, gelombang protes besar-besaran melanda berbagai wilayah di Iran. 

Kerusuhan ini dipicu oleh persoalan ekonomi yang akut, terutama lonjakan inflasi yang mencekik rakyat akibat melemahnya nilai tukar rial secara drastis.

Aksi massa yang awalnya menuntut perbaikan ekonomi dilaporkan berubah menjadi bentrokan berdarah antara demonstran dan aparat keamanan. 

Laporan lapangan menunjukkan adanya jatuh korban jiwa dalam rangkaian kerusuhan tersebut, yang kemudian memicu kecaman luas dari komunitas internasional dan berujung pada tindakan tegas yang diambil oleh Uni Eropa pekan ini. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya