Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
UNI Eropa (UE) mengambil langkah diplomatik yang tegas dengan resmi menetapkan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) sebagai organisasi teroris. Keputusan ini disambut hangat oleh Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, yang menyebut kebijakan tersebut sebagai langkah politik krusial yang memang sudah dinantikan sejak lama.
Melalui pernyataan resminya di platform X, Kamis (29/1), von der Leyen menegaskan dukungan penuhnya terhadap penguatan sanksi bagi rezim Iran.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya kekhawatiran internasional terhadap tindakan represif dan pelanggaran hak asasi manusia di negara tersebut.
“Saya menyambut kesepakatan politik mengenai sanksi baru terhadap rezim Iran yang mematikan serta penetapan IRGC sebagai organisasi teroris. Langkah ini sudah lama tertunda,” tulis von der Leyen.
Selain penetapan status teroris bagi IRGC, Uni Eropa juga memperluas daftar sanksi individu. Sebanyak 15 pejabat dari sektor keamanan dan peradilan Iran secara resmi masuk dalam daftar hitam.
Di antara nama-nama tersebut, terdapat komandan tinggi IRGC serta perwira polisi senior yang dinilai bertanggung jawab atas berbagai tindakan kekerasan.
Konsekuensi dari sanksi ini mencakup pembekuan aset di wilayah Uni Eropa serta larangan perjalanan bagi para individu terkait.
Dengan penambahan terbaru ini, total daftar hitam Uni Eropa terhadap Iran kini mencakup 247 individu dan 50 entitas.
Langkah ini menunjukkan upaya kolektif negara-negara anggota UE untuk mengisolasi aktor-aktor yang dianggap melanggar norma kemanusiaan internasional.
Keputusan tegas Uni Eropa ini muncul di tengah situasi domestik Iran yang kian tidak stabil. Sejak akhir Desember 2025, gelombang protes besar-besaran melanda berbagai wilayah di Iran.
Kerusuhan ini dipicu oleh persoalan ekonomi yang akut, terutama lonjakan inflasi yang mencekik rakyat akibat melemahnya nilai tukar rial secara drastis.
Aksi massa yang awalnya menuntut perbaikan ekonomi dilaporkan berubah menjadi bentrokan berdarah antara demonstran dan aparat keamanan.
Laporan lapangan menunjukkan adanya jatuh korban jiwa dalam rangkaian kerusuhan tersebut, yang kemudian memicu kecaman luas dari komunitas internasional dan berujung pada tindakan tegas yang diambil oleh Uni Eropa pekan ini. (Ant/Z-1)
Eks Direktur CIA David Petraeus menilai Mojtaba Khamenei akan meneruskan garis keras ayahnya.
IRGC resmi nyatakan kepatuhan total kepada Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Agung baru Iran.
Majelis Ahli Iran resmi menunjuk Ayatollah Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Agung baru. Langkah ini menantang peringatan keras dari Donald Trump.
ANGGOTA pertama kelompok yang nanti disebut Garda Revolusi Iran (IRGC) dilatih dalam desa terpencil di luar Paris, Prancis.
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran sebenarnya ingin bernegosiasi, meskipun tidak berani mengakuinya secara terbuka
PEMERINTAH Arab Saudi menyatakan dukungannya atas keputusan Dewan Hak Asasi Manusia PBB yang secara bulat mengadopsi resolusi terkait dampak serangan Iran
MENTERI Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan bahwa Teheran tidak akan maju ke meja perundingan dan memilih melanjutkan perlawanan terhadap Amerika Serikat dan Israel di tengah konflik
Penasihat kebijakan luar negeri Trump menyebut AS tidak berkepentingan memperpanjang konflik dengan Iran lebih dari tiga bulan.
Intelijen Barat ungkap Rusia kirim drone dan logistik ke Iran.
Analisis pakar sebut perang AS-Israel gagal picu revolusi di Iran. Agresi militer justru perkuat loyalitas militer dan bungkam kelompok moderat di internal Teheran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved