Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Kecam Resolusi DK PBB, Iran: AS-Israel Agresor yang Dilindungi

Media Indonesia
11/3/2026 16:43
Kecam Resolusi DK PBB, Iran: AS-Israel Agresor yang Dilindungi
Ilustrasi.(Al Jazeera)

UTUSAN Tetap Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, memberikan peringatan keras terkait kredibilitas Dewan Keamanan PBB. Iran menilai rancangan resolusi yang didukung negara-negara Teluk (GCC) terkait serangan di kawasan merupakan langkah bias yang justru memberikan penghargaan kepada agresor sebenarnya, yakni Amerika Serikat dan Israel.

Dalam konferensi pers di Markas Besar PBB, New York, Selasa (10/3/2026) waktu setempat, Iravani menyatakan bahwa naskah resolusi tersebut secara sepihak mengutuk serangan rudal dan drone Iran terhadap Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, UEA, dan Yordania, tetapi menutup mata terhadap agresi militer terhadap kedaulatan Iran.

Upaya Memutarbalikkan Peran Korban

Iravani menyoroti ketidakseimbangan dalam draf yang akan dipungut suaranya pada Rabu mendatang. Menurutnya, ada upaya sistematis dari beberapa anggota dewan untuk membalikkan posisi antara korban dan pelaku agresi.

"Tindakan seperti itu, jika diadopsi, akan sangat merusak dan melemahkan kredibilitas serta legitimasi Dewan Keamanan. Agresor, yaitu Israel dan Amerika Serikat, akan diberi penghargaan dan didorong untuk melakukan tindakan agresi lebih lanjut," tegas Iravani.

Data Kerusakan Sipil di Iran Akibat Serangan AS-Israel

Iravani juga membeberkan dampak destruktif dari operasi militer AS dan Israel yang dimulai sejak 28 Februari lalu. Ia menuduh aliansi tersebut melakukan serangan diskriminatif yang menyasar warga sipil dan fasilitas publik di berbagai kota di Iran.

Statistik Kerusakan Sipil (Hingga Maret 2026):

Korban Sipil > 1.300 Jiwa
Rumah Tinggal Hancur 7.943 Unit
Pusat Komersial & Layanan 1.617 Lokasi
Total Lokasi Sipil Terdampak 9.669 Titik

"Angka-angka ini terus meningkat setiap hari seiring dengan serangan militer berkelanjutan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap berbagai kota di Iran," tambah Iravani.

Peringatan untuk Dunia Internasional

Lebih lanjut, Iravani memperingatkan bahwa pembiaran terhadap pelanggaran hukum internasional di Iran akan menciptakan preseden buruk bagi kedaulatan negara lain di masa depan. Ia menyerukan agar masyarakat internasional segera menghentikan eskalasi militer yang menyasar rakyat Iran.

"Hari ini, itu adalah Iran. Besok, bisa jadi negara berdaulat lainnya. Masyarakat internasional harus bertindak sekarang untuk menghentikan perang berdarah ini," pungkasnya. (Anadolu/Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya