Headline
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Kumpulan Berita DPR RI
UTUSAN Tetap Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, memberikan peringatan keras terkait kredibilitas Dewan Keamanan PBB. Iran menilai rancangan resolusi yang didukung negara-negara Teluk (GCC) terkait serangan di kawasan merupakan langkah bias yang justru memberikan penghargaan kepada agresor sebenarnya, yakni Amerika Serikat dan Israel.
Dalam konferensi pers di Markas Besar PBB, New York, Selasa (10/3/2026) waktu setempat, Iravani menyatakan bahwa naskah resolusi tersebut secara sepihak mengutuk serangan rudal dan drone Iran terhadap Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, UEA, dan Yordania, tetapi menutup mata terhadap agresi militer terhadap kedaulatan Iran.
Iravani menyoroti ketidakseimbangan dalam draf yang akan dipungut suaranya pada Rabu mendatang. Menurutnya, ada upaya sistematis dari beberapa anggota dewan untuk membalikkan posisi antara korban dan pelaku agresi.
"Tindakan seperti itu, jika diadopsi, akan sangat merusak dan melemahkan kredibilitas serta legitimasi Dewan Keamanan. Agresor, yaitu Israel dan Amerika Serikat, akan diberi penghargaan dan didorong untuk melakukan tindakan agresi lebih lanjut," tegas Iravani.
Iravani juga membeberkan dampak destruktif dari operasi militer AS dan Israel yang dimulai sejak 28 Februari lalu. Ia menuduh aliansi tersebut melakukan serangan diskriminatif yang menyasar warga sipil dan fasilitas publik di berbagai kota di Iran.
| Korban Sipil | > 1.300 Jiwa |
| Rumah Tinggal Hancur | 7.943 Unit |
| Pusat Komersial & Layanan | 1.617 Lokasi |
| Total Lokasi Sipil Terdampak | 9.669 Titik |
"Angka-angka ini terus meningkat setiap hari seiring dengan serangan militer berkelanjutan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap berbagai kota di Iran," tambah Iravani.
Lebih lanjut, Iravani memperingatkan bahwa pembiaran terhadap pelanggaran hukum internasional di Iran akan menciptakan preseden buruk bagi kedaulatan negara lain di masa depan. Ia menyerukan agar masyarakat internasional segera menghentikan eskalasi militer yang menyasar rakyat Iran.
"Hari ini, itu adalah Iran. Besok, bisa jadi negara berdaulat lainnya. Masyarakat internasional harus bertindak sekarang untuk menghentikan perang berdarah ini," pungkasnya. (Anadolu/Ant/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved