Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH ulama Iran resmi menunjuk Ayatollah Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Agung baru pada Minggu (8/3). Langkah ini diambil sebagai bentuk perlawanan terhadap ancaman Amerika Serikat dan Israel yang secara terbuka menentang suksesi tersebut.
Penunjukan pria berusia 56 tahun itu terjadi sembilan hari setelah serangan udara AS-Israel menewaskan sang ayah, Ayatollah Ali Khamenei, yang memicu pecahnya perang besar di Timur Tengah. Majelis Ahli Iran menyatakan keputusan ini diambil secara bulat tanpa keraguan sedikit pun.
"Mojtaba Khamenei ditunjuk dan diperkenalkan sebagai pemimpin ketiga dari sistem suci Republik Islam Iran, berdasarkan suara mutlak dari para perwakilan Majelis Ahli yang terhormat," bunyi pernyataan resmi lembaga ulama tersebut.
Pihak Majelis menegaskan mereka tidak ragu sedetik pun dalam memilih pemimpin baru, meski berada di bawah tekanan "agresi brutal Amerika dan rezim jahat Zionis."
Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya meremehkan Mojtaba sebagai sosok yang tidak kompeten dan menuntut peran dalam penentuan pemimpin Iran. Sebelum pengumuman resmi dilakukan, Trump memberikan peringatan keras melalui media.
"Jika dia tidak mendapatkan persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama," ujar Trump kepada ABC News.
Namun, Teheran melalui Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menegaskan bahwa keputusan tersebut murni urusan internal Iran. Berbicara dalam program Meet the Press di NBC, Araghchi bahkan menuntut Trump untuk meminta maaf kepada masyarakat di kawasan tersebut karena telah memicu perang.
Di tengah pergolakan politik, kondisi di ibu kota Teheran memburuk setelah Israel menggempur lima fasilitas minyak semalam. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya empat orang dan memicu kebakaran hebat yang menyelimuti kota dengan asap beracun.
Gubernur Teheran melaporkan distribusi bahan bakar terganggu sementara. Warga diperingatkan untuk tetap berada di dalam rumah karena polusi udara yang berisiko toksik.
"Kebakaran telah berlangsung lebih dari 12 jam, udara menjadi tidak layak dihirup. Saya bahkan tidak bisa keluar untuk sekadar belanja kebutuhan harian," ungkap seorang warga Teheran berusia 35 tahun melalui pesan singkat.
Konflik kini telah meluas ke berbagai negara tetangga. Arab Saudi melaporkan dua orang tewas akibat "proyektil militer" di provinsi Al Kharj. Sementara itu, Kuwait menyatakan tangki bahan bakar di bandara internasionalnya terkena serangan, dan Bahrain melaporkan kerusakan pada fasilitas desalinasi air.
Meski Trump bersikeras perang hampir dimenangkan, Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim memiliki pasokan yang cukup untuk melanjutkan perang drone dan rudal hingga enam bulan ke depan. Juru bicara IRGC, Ali Mohammad Naini, mengancam akan mengerahkan "rudal jarak jauh canggih" dalam beberapa hari mendatang.
Hingga saat ini, belum ada jalur diplomasi yang jelas untuk mengakhiri konflik. Di tengah kebuntuan tersebut, Paus Leo XIV menyampaikan doa agar suara bom segera berhenti dan ruang dialog dapat terbuka bagi semua pihak yang bertikai. (AFP/Z-2)
Simak profil Majelis Ahli Iran, lembaga berisi 88 ulama senior yang baru saja menunjuk Pemimpin Agung baru di tengah gempuran serangan udara Israel.
Eks Direktur CIA David Petraeus menilai Mojtaba Khamenei akan meneruskan garis keras ayahnya.
IRGC resmi nyatakan kepatuhan total kepada Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Agung baru Iran.
Presiden AS Donald Trump menolak keras penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Agung Iran. Sementara Israel mengancam akan memburu siapa pun penerusnya.
Majelis Ahli Iran resmi menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai penerus ayahnya. Simak profil sang "Rising Star" yang dikenal dekat dengan militer dan penuh kontroversi.
Intelijen Amerika Serikat menyebut Rusia diduga membagikan informasi kepada Iran yang berpotensi membantu menargetkan aset militer AS di kawasan Teluk.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan bahwa Presiden Donald Trump yang akan menentukan syarat menyerah bagi Iran di tengah penyelidikan serangan sekolah Minab.
Ketua Parlemen Iran Qalibaf sindir salah kalkulasi Donald Trump terkait harga minyak dunia. Ia peringatkan produksi energi global terancam akibat agresi AS-Israel.
Militer AS kembali melancarkan serangan udara terhadap kapal yang diduga terlibat jaringan narkoba di Pasifik Timur.
Bursa saham Australia dan AS anjlok tajam pagi ini setelah harga minyak dunia meroket melampaui US$100 per barel
Presiden AS Donald Trump menanggapi lonjakan harga minyak dunia yang menembus US$100 per barel akibat konflik di Timur Tengah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved