Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah eskalasi konflik yang memanas, perhatian dunia kini tertuju pada lembaga krusial di jantung pemerintahan Iran, Majelis Ahli (Assembly of Experts). Badan yang terdiri dari 88 ulama senior inilah yang memegang mandat tertinggi untuk memilih sosok Pemimpin Agung baru bagi Republik Islam tersebut.
Secara struktural, Majelis Ahli merupakan badan yang dipilih langsung oleh masyarakat Iran setiap delapan tahun sekali. Namun, sebelum bisa mencalonkan diri, setiap anggota harus melalui proses verifikasi ketat oleh Dewan Garda (Guardian Council), sebuah lembaga terpisah yang terdiri dari 12 pakar hukum yang mengawasi aktivitas parlemen Iran.
Dewan Garda memiliki pengaruh yang sangat luas dalam sistem politik Iran. Dalam kondisi normal, dewan ini menentukan apakah undang-undang yang disahkan parlemen sesuai dengan hukum syariah. Jika tidak, mereka berhak menuntut revisi.
Lebih jauh lagi, Dewan Garda bertugas menyetujui kandidat untuk parlemen, kepresidenan, hingga anggota Majelis Ahli itu sendiri. Lembaga ini dikenal sangat ketat dalam mendiskualifikasi calon. Sebagai contoh, pada Pemilu 2021, Dewan Garda melarang lebih dari 600 pelamar, termasuk seluruh kandidat perempuan dan tokoh-tokoh senior seperti Ali Larijani, pejabat tinggi keamanan nasional Iran.
Proses pemilihan Pemimpin Agung kali ini berlangsung dalam kondisi yang tidak biasa. Menurut laporan kantor berita semi-resmi Fars News Agency, Majelis Ahli terpaksa mengadakan pertemuan secara daring atau virtual sepanjang pekan ini.
Langkah ini diambil setelah serangkaian serangan udara menghantam gedung-gedung milik majelis tersebut. Media pemerintah melaporkan bahwa serangan AS-Israel menghantam kompleks Majelis Ahli di Teheran pada hari Senin. Sehari kemudian, juru bicara militer Israel, Effie Defrin, mengonfirmasi serangan terhadap kompleks serupa di kota suci Qom.
Meskipun gedung-gedung tersebut mengalami kerusakan, Fars News memastikan bahwa tidak ada sesi pertemuan yang sedang berlangsung di dalam bangunan saat serangan terjadi, sehingga para anggota majelis tetap dapat melanjutkan tugas konstitusional mereka dari lokasi yang aman.
Penunjukan Pemimpin Agung baru oleh 88 ulama ini menjadi tonggak penting bagi stabilitas politik Iran di masa depan, terutama saat negara tersebut berada dalam tekanan militer dan diplomatik yang sangat tinggi. (CNN/Z-2)
Presiden AS Donald Trump menolak keras penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Agung Iran. Sementara Israel mengancam akan memburu siapa pun penerusnya.
Dina Sulaeman menilai transisi kepemimpinan Iran usai wafatnya Ali Khamenei akan berjalan stabil karena sistem institusional dan peran Majelis Ahli.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani menyatakan Majelis Ahli segera memulai proses pemilihan Pemimpin Tertinggi baru usai wafatnya Ali Khamenei.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved