Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
ESKALASI konflik di Timur Tengah memasuki babak baru pasca-tewasnya Pemimpin Agung Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan peringatan keras bahwa siapa pun penerus takhta kepemimpinan di Teheran tidak akan bertahan lama tanpa persetujuan dari Washington.
Hingga sembilan hari setelah dimulainya perang yang menewaskan Khamenei, Majelis Ahli Iran mengonfirmasi telah memilih penerus, namun belum mengumumkan nama secara resmi. Nama putra Khamenei, Mojtaba Khamenei, 56, santer disebut sebagai kandidat kuat, meskipun Trump sebelumnya meremehkannya sebagai sosok "ringan" yang tidak dapat diterima.
"Dia harus mendapatkan persetujuan dari kami," tegas Trump kepada ABC News pada Minggu waktu setempat. "Jika dia tidak mendapat persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama."
Menanggapi hal tersebut, diplomat tinggi Iran, Abbas Araghchi, menegaskan penentuan pemimpin adalah kedaulatan penuh Iran. "Kami tidak akan membiarkan siapa pun mencampuri urusan dalam negeri kami," ujar Araghchi dalam program Meet the Press di NBC. Ia bahkan menuntut Trump untuk meminta maaf kepada masyarakat di kawasan tersebut atas perang yang terus meluas.
Di saat bursa kepemimpinan memanas, kondisi di lapangan semakin memprihatinkan. Serangan udara Israel semalam menargetkan fasilitas bahan bakar di sekitar Teheran dan sebuah hotel di Beirut, Lebanon. Serangan di Beirut dilaporkan menewaskan lima komandan Garda Revolusi, termasuk tiga anggota pasukan elit Quds.
Ledakan di lima fasilitas minyak di ibu kota Iran menyebabkan kepulan asap beracun menyelimuti kota berpenduduk 10 juta jiwa tersebut. Otoritas setempat mengimbau warga tetap berada di dalam rumah karena kualitas udara yang mematikan.
"Kebakaran telah berlangsung lebih dari 12 jam, udara menjadi tidak layak dihirup. Saya bahkan tidak bisa keluar untuk belanja harian," ungkap seorang warga Teheran berusia 35 tahun melalui pesan singkat.
Meskipun digempur, Garda Revolusi Iran mengklaim memiliki pasokan yang cukup untuk melanjutkan perang drone dan rudal selama enam bulan ke depan. Juru bicara Garda Revolusi, Ali Mohammad Naini, mengancam akan segera menggunakan "rudal jarak jauh canggih" dalam beberapa hari mendatang.
Di sisi lain, korban sipil terus berjatuhan. Kementerian Kesehatan Iran melaporkan sedikitnya 1.200 warga sipil tewas dan 10.000 lainnya luka-luka sejak konflik pecah, data yang belum dapat diverifikasi secara independen. Sementara itu, di Libanon, sedikitnya 394 orang tewas akibat serangan udara Israel dalam sepekan terakhir.
Hingga saat ini, para analis memperingatkan belum ada jalur jelas untuk mengakhiri konflik yang diprediksi bisa berlangsung satu bulan atau lebih. Di tengah kebuntuan diplomasi, Paus Leo XIV menyampaikan doa agar suara bom segera berhenti dan ruang dialog dapat segera terbuka. (AFP/Z-2)
AKSI protes besar-besaran menentang pemerintahan Presiden Donald Trump kembali berlangsung di berbagai kota di Amerika Serikat dalam gelombang demonstrasi bertajuk No Kings.
DEPARTEMEN Pertahanan Amerika Serikat tengah merancang skenario serangan darat ke Iran untuk beberapa pekan di tengah pengerahan personel AS ke Timur Tengah.
Gerakan No Kings mengguncang Amerika Serikat setelah aksi massa serentak digelar di lebih dari 3.300 titik di seluruh 50 negara bagian pada Sabtu (28/3).
JUTAAN warga di berbagai kota di Amerika Serikat (AS) turun ke jalan dalam aksi No Kings untuk memprotes kebijakan Presiden Donald Trump.
Usai aksi besar 28 Maret, gerakan No Kings menyiapkan langkah lanjutan lewat agenda nasional. Simak rencana berikutnya dan catat tanggal pentingnya.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Jumat (27/3), mengatakan bahwa Kuba bisa menjadi target aksi AS di masa depan setelah Iran.
Mohsen Rezaei, penasihat militer Mojtaba Khamenei, menegaskan Iran tidak akan berhenti berperang sebelum AS memberikan jaminan internasional dan mencabut sanksi.
Teka-teki absennya Mojtaba Khamenei pada salat Idulfitri 2026 memicu spekulasi global. Simak analisis kondisi sang Rahbar dan dampaknya bagi stabilitas Iran.
UMAT Muslim di Iran tetap melaksanakan salat Idulfitri pada Sabtu (21/3) waktu setempat meski situasi keamanan memburuk akibat perang melawan Amerika Serikat dan Israel yang terus berkecamuk.
Mojtaba Khamenei menyebutnya sebagai individu yang cerdas dan berdedikasi serta tokoh terkemuka dalam kancah politik Iran.
Iran bantah kabar Mojtaba Khamenei dilarikan ke Rusia untuk operasi medis. Sementara itu, pejabat tinggi Ali Larijani dikonfirmasi tewas akibat serangan Israel.
Tewasnya Ali Larijani dalam serangan udara Israel memperdalam krisis kepemimpinan di Iran. Simak dampaknya terhadap nasib perang dan gejolak domestik Teheran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved