Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Garda Revolusi Iran Nyatakan Setia pada Mojtaba Khamenei

Thalatie K Yani
09/3/2026 06:00
Garda Revolusi Iran Nyatakan Setia pada Mojtaba Khamenei
Mojtaba Khamenei(Media Sosial X)

STABILITAS politik Iran mulai menunjukkan arah baru pasca-penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Agung. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) secara resmi menyambut baik penunjukan tersebut melalui pernyataan yang disiarkan oleh media pemerintah Irib dan kantor berita Tasnim.

Dalam pernyataan resminya, IRGC memuji sosok Mojtaba Khamenei sebagai seorang "ahli hukum yang komprehensif, pemikir muda, serta sosok yang paling berpengetahuan dalam isu-isu politik dan sosial." Sebagai angkatan bersenjata yang bertugas menjaga Republik Islam dan memegang kendali atas berbagai lini kekuasaan, dukungan IRGC menjadi fondasi krusial bagi kepemimpinan baru ini.

IRGC menyatakan "penghormatan, pengabdian, dan kepatuhan" mereka kepada Mojtaba. Para anggotanya menegaskan kesiapan untuk memberikan "kepatuhan penuh dan pengorbanan diri dalam menjalankan perintah suci sang Wali Fatih (Pemimpin Penjaga)."

Menepis Ancaman Donald Trump

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, turut memberikan apresiasi kepada Majelis Ahli atas keberanian mereka memilih penerus Ayatollah Ali Khamenei. Larijani menekankan  proses seleksi ini tetap berjalan meski di bawah tekanan luar biasa.

"Terima kasih kepada Majelis Ahli karena telah memilih penerus Ali Khamenei meskipun ada ancaman dari Trump untuk mengebomnya," ujar Larijani sebagaimana dilaporkan oleh berbagai kantor berita Iran.

Larijani menambahkan bahwa "musuh-musuh" Teheran mengira negara tersebut akan mengalami "kebuntuan" setelah kematian Ali Khamenei. Namun, Majelis Ahli akhirnya membuktikan sebaliknya dengan menetapkan Mojtaba Khamenei di puncak kepemimpinan.

Kejutan di Tengah Pemadaman Internet

Kabar penunjukan ini mengejutkan banyak pihak karena semula pengumuman Pemimpin Agung diperkirakan akan memakan waktu lama. Terlebih lagi, Iran saat ini tengah mengalami pemadaman internet yang membatasi arus informasi di dalam negeri.

Munculnya Mojtaba menegaskan kepemimpinan Iran memilih jalur garis keras ketimbang memilih sosok yang lebih dekat dengan kelompok reformis. Meski demikian, masyarakat Iran diprediksi tetap terbelah menyikapi pengumuman ini. Kelompok reformis yang selama ini menuntut perubahan di jalanan kemungkinan besar tidak akan mengubah sikap mereka.

Namun, di bawah situasi perang saat ini, suara-suara kritis tersebut tampak meredup. Hal ini bukan hanya karena tindakan otoritas, melainkan adanya perasaan di kalangan banyak warga Iran bahwa saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk melakukan aksi demonstrasi di tengah ancaman militer yang nyata. (Al Jazeera/BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya