Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
UTUSAN Khusus Amerika Serikat (AS) Steve Witkoff mengatakan gencatan senjata penuh antara Rusia dan Ukraina dapat dicapai dalam hitungan pekan. Ia juga memastikan pertemuan lanjutan terkait Ukraina akan berlangsung di Arab Saudi pada Senin atau Selasa pekan depan.
"Kami sudah mengarah pada tercapainya kesepakatan antara Rusia dan Ukraina," kata Witkoff dalam wawancara televisi sembari menambahkan bahwa sanksi AS terhadap Rusia akan dilonggarkan setelah gencatan tercapai.
Witkoff menyebut pembicaraan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin berlangsung baik dan berorientasi pada hasil, serta mencapai kemajuan terkait dengan kesepakatan mengakhiri konflik.
Selasa (18/3) lalu, Putin dan Trump berdiskusi via telepon mengenai pemulihan hubungan bilateral, kemungkinan penyelesaian konflik Ukraina dan situasi di Timur Tengah. Ketika itu, Trump menyebut pembicaraan selama lebih dari 2 jam tersebut amat baik dan produktif.
"Pertemuan antara kedua pemimpin pada masa mendatang juga kemungkinan dapat berlangsung," lanjut Witkoff.
Soal hubungan AS-Rusia, utusan khusus itu berkata relasi dengan Rusia memiliki posisi yang kritis bagi AS karena besarnya dampak hal tersebut bagi isu geografis yang lebih luas seperti dengan Tiongkok, Iran, dan Timur Tengah.
Sementara itu terkait serangan Rusia terhadap Ukraina pada Selasa lalu pula, Witkoff mengaku mendapat informasi bahwa dalam 10 menit saat percakapan tersebut berlangsung, Presiden Putin langsung memerintahkan militernya tidak menyerang infrastruktur energi Ukraina.
"Segala serangan yang terjadi (Selasa) malam itu terjadi sebelum perintah tersebut diberikan," kata dia seraya menyatakan dirinya meyakini Presiden Putin memiliki niat baik.
Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan siap mengikuti jejak Rusia untuk sementara menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi. Zelensky juga menyarankan gencatan senjata sementara itu mencakup sasaran sipil.
Zelensky menyampaikan komentar tersebut setelah panggilan telepon selama satu jam dengan Presiden AS Donald Trump pada Rabu (19/3). "Saya melakukan percakapan yang positif, sangat substantif, dan jujur dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump," kata Zelensky di X.
Pembicaraan antara Trump dan Zelensky digelar satu hari setelah Trump dan Putin sepakat bahwa perdamaian di Ukraina akan dimulai dengan gencatan senjata energi dan infrastruktur.
"Salah satu langkah pertama untuk mengakhiri perang sepenuhnya adalah mengakhiri serangan terhadap energi dan infrastruktur sipil lainnya. Saya mendukung langkah ini, dan Ukraina menegaskan bahwa kami siap untuk melaksanakannya," lanjut dia.
Sebelumnya, Putin dikabarkan sudah memerintahkan jeda selama 30 hari untuk serangan energi. Perintah itu muncul setelah ia berkomunikasi dengan Trump. Tetapi Kyiv menuduh Moskow telah melanggar gencatan senjata sementara.
Melalui layanan Telegram, militer Ukraina menyebut negaranya mendapat 145 serangan pesawat nirawak dari Rusia pada Selasa (18/3) malam. Sebagian besar serangan berhasil ditangkis, namun seorang perempuan dilaporkan tewas di kota garis depan perang, Kupyansk, Kharkiv. Dua bangunan rumah sakit dan sejumlah rumah penduduk juga rusak.
Saling tuduh
Sebaliknya, Rusia menuduh Ukrainalah yang menyabotase gencatan senjata 30 hari atas serangan terhadap fasilitas energi dan infrastruktur. Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, kepada wartawan di Moskow.
Peskov lebih dahulu ditanya apakah Moskow menganggap serangan Ukraina sebagai sabotase yang bertujuan untuk menggagalkan kesepakatan yang dicapai antara Putin dan Trump. "Tentu saja (sebuah sabotase)," kata Peskov.
Sebelumnya, Rusia melaporkan terjadi serangan dari Ukraina di beberapa wilayah mereka. Sebagian besar pesawat nirawak lawan berhasil dihancurkan. Namun, serangan itu mengakibatkan kebakaran di sebuah depot minyak di Oblast Krasnodar, Rusia bagian selatan.
Peskov menambahkan Kremlin memantau Kyiv secara ketat untuk melihat apakah mereka akan mendengarkan niat tegas Putin dan Trump untuk mencapai penyelesaian damai.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan 175 tentara Rusia telah dipulangkan dari wilayah yang dikuasai Ukraina setelah melalui proses negosiasi. Para prajurit Rusia saat ini berada di Belarus untuk menerima perawatan medis dan bantuan psikologis.
Sebaliknya, Menteri Pertahanan Ukraina, Rustem Umerov, mengonfirmasi pemulangan 175 pasukan Ukraina serta 22 pembela tambahan, termasuk tentara yang terluka parah dan tiga personel militer yang diduga dituntut oleh otoritas Rusia atas tuduhan yang direkayasa.
Umerov berterima kasih kepada Zelensky karena berkomitmen dalam mengamankan pembebasan tahanan. Ia juga mengapresiasi Uni Emirat Arab (UEA) karena memfasilitasi pertukaran tersebut. UEA diketahui memiliki hubungan diplomatik yang baik dengan Rusia dan Ukraina. (Anadolu/I-1)
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
PENGAMAT militer Khairul Fahmi, mencurigai adanya jalur klandestin atau perantara yang memfasilitasi rekrutmen eks personel Brimob Bripda Rio menjadi tentara bayaran Rusia
Pengamat kepolisian Bambang Rukminto menyoroti kasus Bripda Muhammad Rio, mantan personel Satuan Brimob Polda Aceh, yang diketahui bergabung dengan pasukan tentara bayaran di Rusia
Seorang anggota dapat dijatuhi PTDH jika meninggalkan tugasnya secara tidak sah (desersi) dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut.
Desersi adalah tindakan meninggalkan tugas atau dinas tanpa izin pimpinan dalam jangka waktu tertentu dengan maksud untuk tidak kembali lagi.
RUSIA dan Tiongkok siap mendukung Iran yang dilanda protes dan diancam oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Namun, dukungan itu akan berkurang jika AS melakukan aksi militer.
Menurut Donald Trump, satu-satunya faktor yang membuat posisi Ukraina tetap bertahan hingga saat ini adalah peran dirinya.
Namun pada 3 Januari, Rusia hanya berdiri dan menyaksikan ketika Amerika Serikat (AS) secara paksa membawa Maduro dan istrinya ke New York.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky resmi menunjuk Kyrylo Budanov sebagai Kepala Staf Presiden di tengah skandal korupsi dan perombakan kabinet besar-besaran.
Pejabat keamanan nasional AS menyatakan Ukraina tidak menargetkan Presiden Rusia Vladimir Putin atau kediamannya dalam serangan drone baru-baru ini
Para pihak juga saling bertukar pandangan mengenai paket kemakmuran untuk Ukraina.
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin menyatakan keyakinannya bahwa negaranya akan keluar sebagai pemenang dalam perang di Ukraina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved