Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAT Hormuz merupakan jalur laut paling strategis di dunia yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Eskalasi ketegangan di kawasan ini kembali menempatkan ekonomi global dalam risiko besar. Jika Selat Hormuz ditutup, berikut dampak yang akan terjadi:
Sekitar 20 persen dari total konsumsi minyak dunia melewati selat ini setiap hari. Penutupan jalur secara total diprediksi akan membuat harga minyak mentah jenis Brent melonjak tajam melampaui US$100 hingga US$150 per barel. Hal ini disebabkan oleh hilangnya pasokan mendadak sebesar 20-21 juta barel per hari yang tidak dapat digantikan oleh produsen lain dalam waktu singkat.
Indonesia, sebagai negara yang masih bergantung pada impor minyak, akan menghadapi tekanan besar:
Negara-negara Asia seperti China, India, Jepang, dan Korea Selatan adalah tujuan utama (sekitar 80%) dari minyak yang melewati Selat Hormuz. China, sebagai ekonomi terbesar kedua di dunia, mengimpor hampir setengah dari kebutuhan minyak mentahnya melalui jalur ini. Penutupan selat akan mengganggu rantai pasok industri manufaktur global secara masif.
Meskipun terdapat jalur pipa bypass di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, kapasitasnya tidak memadai:
| Jalur Alternatif | Kapasitas Estimasi | Status |
|---|---|---|
| Pipa Timur-Barat (Arab Saudi) | ~5 Juta Barel/Hari | Terbatas |
| Pipa Abu Dhabi (UEA) ke Fujairah | ~1.5 Juta Barel/Hari | Aktif |
Total kapasitas jalur alternatif hanya mampu menampung sekitar 15-20% dari volume yang biasa melewati Selat Hormuz, sehingga tidak cukup untuk meredam krisis global. (H-4)
Pelaku usaha wajib tata ulang strategi bisnis 2026. Business & Legal Outlook 2026 soroti peran koperasi dan navigasi risiko geopolitik global bagi pengusaha.
Ekonom Indef menilai target pertumbuhan ekonomi 6% di 2026 sangat ambisius. Simak 3 PR besar pemerintah mulai dari daya beli hingga investasi manufaktur.
IHSG ditutup turun 0,37% ke level 7.362,12 pada Kamis (12/3/2026). Volatilitas harga minyak Brent dan WTI imbas konflik Iran-Israel jadi pemicu utama.
Nilai tukar rupiah melemah ke level 16.893 per dolar AS. Lonjakan harga minyak akibat blokade Selat Hormuz oleh Iran jadi pemicu utama. Simak analisisnya.
Amerika Serikat dan IEA sepakat melepas 400 juta barel cadangan minyak darurat untuk menekan harga energi yang melonjak akibat perang AS-Israel dengan Iran.
IHSG ditutup melemah tajam ke level 7.337 pada Senin (9/3/2026). Simak analisis penyebab anjloknya bursa akibat lonjakan harga minyak dan inflasi global di sini.
Nilai tukar rupiah sore ini ditutup melemah di level Rp16.949 per dolar AS. Lonjakan harga minyak dunia dan eskalasi konflik di Timur Tengah jadi pemicu utama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved