Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Iran Klaim Sikap AS soal Perundingan Nuklir Mulai Lebih Realistis

Ferdian Ananda Majni
17/2/2026 12:20
Iran Klaim Sikap AS soal Perundingan Nuklir Mulai Lebih Realistis
Presiden AS Donald Trump berpidato bersama Wakil Presiden AS JD Vance (kiri), Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio (kedua dari kanan), dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth (kanan), dari Gedung Putih di Washington(AFP)

IRAN menyatakan bahwa sikap Amerika Serikat (AS) terkait nuklirnya menunjukkan perubahan ke arah yang lebih realistis, sehari menjelang putaran kedua perundingan tidak langsung antara kedua negara di Jenewa, Swis.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei mengatakan pembicaraan soal perundingan nuklir dengan AS di Muscat, Oman, memberikan sinyal positif dari Washington.

"Penilaian yang hati-hati adalah bahwa, dari diskusi yang telah berlangsung di Muscat hingga saat ini, setidaknya apa yang telah kami dengar adalah bahwa posisi AS mengenai isu nuklir Iran telah bergeser ke arah yang lebih realistis," kata Baqaei, seperti dikutip kantor berita resmi IRNA, Selasa (17/2).

Perundingan nuklir terbaru antara Iran dan AS dijadwalkan berlangsung Selasa di Swis dan dimediasi oleh Oman. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, telah tiba di Jenewa untuk mengikuti pembicaraan tersebut.  Di saat bersamaan, Garda Revolusi Iran menggelar latihan militer di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global.

Televisi pemerintah Iran menyebut latihan itu bertujuan menghadapi potensi ancaman keamanan dan militer di kawasan tersebut. 

Sejumlah pejabat Iran sebelumnya berulang kali mengancam akan menutup Selat Hormuz jika tekanan terhadap Teheran meningkat.

Pembicaraan tidak langsung antara Iran dan AS kembali digelar setelah sempat terhenti akibat konflik 12 hari yang dipicu serangan Israel terhadap Iran, yang kemudian diikuti pemboman situs nuklir Iran oleh Washington.

Pemerintah AS sebelumnya mendorong agar agenda perundingan tidak hanya membahas pengayaan uranium, tetapi juga program rudal balistik Iran dan dukungannya terhadap kelompok bersenjata di kawasan.

"Kami berharap ada kesepakatan," kata Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

"Presiden selalu lebih menyukai hasil damai dan hasil negosiasi daripada konflik," tambahnya kepada wartawan.

Sementara itu, Abbas Araghchi menyatakan telah bertemu Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, di Jenewa untuk melakukan diskusi teknis mendalam. 

Grossi juga mengonfirmasi pertemuan tersebut dan menyebutnya sebagai pembahasan yang mendalam menjelang negosiasi perundingan nuklir antara AS dan Iran yang penting pada Selasa (17/2). (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik