Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Jelang Perundingan Nuklir, AS Tambah Armada di Timur Tengah dan Iran Gelar Latihan di Selat Hormuz

Ferdian Ananda Majni
17/2/2026 12:01
Jelang Perundingan Nuklir, AS Tambah Armada di Timur Tengah dan Iran Gelar Latihan di Selat Hormuz
SS Bataan (LHD-5) di Miami(Eva Marie UZCATEGUI / AFP)

CITRA satelit mengungkap keberadaan kapal induk AS USS Abraham Lincoln di Laut Arab, sekitar 700 kilometer dari Iran, di tengah meningkatnya ketegangan menjelang putaran baru perundingan nuklir antara Iran dan AS di Swis.  Pengerahan ini menambah deretan aset militer Amerika Serikat di Timur Tengah dalam beberapa pekan terakhir

Keberadaan kapal induk AS tersebut dikonfirmasi oleh BBC Verify setelah sebelumnya tidak terlacak sejak dilaporkan memasuki kawasan Teluk pada akhir Januari. Kapal induk bertenaga nuklir kelas Nimitz itu membawa sekitar 90 pesawat, termasuk jet tempur siluman F-35, serta diawaki 5.680 personel. 

USS Abraham Lincoln memimpin kelompok serang yang juga terdiri dari tiga kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke. Pengerahan ini menambah daftar peningkatan kekuatan militer AS di Timur Tengah dalam beberapa pekan terakhir.

Selain itu, AS juga dilaporkan mengirim USS Gerald R. Ford, kapal induk terbesar di dunia, ke kawasan yang sama dan diperkirakan tiba dalam tiga pekan mendatang. Citra satelit publik dari Sentinel-2 milik Eropa menunjukkan posisi USS Abraham Lincoln di Laut Arab. 

Dengan temuan terbaru ini, setidaknya 12 kapal perang AS kini terpantau berada di kawasan Timur Tengah. Selain kelompok serang kapal induk tersebut, terdapat dua kapal perusak tambahan yang mampu meluncurkan serangan rudal jarak jauh, tiga kapal tempur pesisir yang ditempatkan di Pangkalan Angkatan Laut Bahrain, dua kapal perusak di Mediterania timur dekat Souda Bay, serta satu kapal di Laut Merah.

Pergerakan udara juga meningkat. Data pelacakan menunjukkan bertambahnya jet tempur F-15 dan EA-18 di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania. Lalu lintas pesawat kargo, pengisian bahan bakar, dan komunikasi militer dari AS serta Eropa menuju Timur Tengah juga tercatat mengalami kenaikan.

Di tengah peningkatan kehadiran militer ini, pejabat AS dan Iran dijadwalkan bertemu di Swis untuk melanjutkan perundingan terkait program nuklir Iran dan kemungkinan pencabutan sanksi ekonomi. 

Teheran menyatakan fokus pembicaraan adalah isu nuklir dan sanksi, sementara Washington memberi sinyal ingin membahas isu tambahan.

Komando Pusat AS sebelumnya merilis gambar USS Abraham Lincoln yang dikawal kapal perusak, jet tempur, pesawat pengintai dan kapal Penjaga Pantai sebagai demonstrasi kekuatan pada 6 Februari. 

Iran merespons dengan latihan militer sendiri. Korps Garda Revolusi Islam menggelar latihan maritim di Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia. 

Laporan kantor berita Tasnim memperlihatkan peluncuran rudal dari kapal perang serta kunjungan Panglima IRGC Mayor Jenderal Mohammad Pakpour ke Pulau Kharg, terminal ekspor minyak utama Iran.

Pakar intelijen militer Justin Crump menilai pengerahan kali ini memiliki skala berbeda dibandingkan operasi sebelumnya. 

Dia mengatakan kepada BBC Verify bahwa persiapan militer AS menunjukkan kedalaman dan keberlanjutan yang lebih besar dibandingkan manuver menjelang operasi terhadap Venezuela maupun serangan udara terhadap fasilitas nuklir Iran tahun lalu yang dikenal sebagai Operasi Midnight Hammer.

Menurut Crump, kombinasi kapal perang, pesawat tempur, dan delapan pangkalan udara di kawasan memungkinkan AS melancarkan tingkat serangan yang cukup intensif dan berkelanjutan hingga sekitar 800 sorti per hari, dengan tujuan membuat respons Iran menjadi tidak efektif. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik