Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Iran Peringatkan AS: Serangan Sekecil Apa Pun Adalah Agresi dan Pasti Dibalas

Haufan Hasyim Salengke
24/2/2026 13:48
Iran Peringatkan AS: Serangan Sekecil Apa Pun Adalah Agresi dan Pasti Dibalas
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, berbicara pada konferensi pers mingguan di Teheran, Iran, pada 23 Februari 2026.(Xinhua/Shadati)

Pemerintah Iran menegaskan bahwa setiap bentuk serangan militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) terhadap wilayahnya akan dianggap sebagai tindakan agresi. Teheran mengancam akan memberikan balasan setimpal meski serangan tersebut dilakukan dalam skala terbatas.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dalam konferensi pers mingguan di Teheran, Senin (23/2) waktu setempat. Baghaei menekankan bahwa angkatan bersenjata Iran saat ini berada dalam posisi siaga penuh selama 24 jam untuk menjaga kedaulatan negara.

"Setiap serangan oleh Amerika Serikat terhadap Iran, tanpa memandang ruang lingkup dan skalanya, akan dianggap sebagai tindakan agresi dan akan diikuti oleh konsekuensi serius," ujar Baghaei sebagaimana dikutip dari kantor berita resmi IRNA.

Peringatan keras ini muncul di tengah berlangsungnya kembali negosiasi nuklir tidak langsung antara Teheran dan Washington. Meski tensi militer meningkat seiring dengan penambahan kekuatan pasukan AS di kawasan Asia Barat, Iran menyatakan tetap berkomitmen pada jalur diplomasi.

Baghaei menjelaskan bahwa angkatan bersenjata Iran terus memantau perkembangan situasi dengan saksama sembari proses negosiasi berjalan. Ia pun berharap putaran pembicaraan baru yang dijadwalkan berlangsung di Jenewa, Swis, pada Kamis mendatang dapat membuahkan hasil.

Enggan Menunda-nunda

Terkait teknis perundingan, Iran menyatakan keberatannya terhadap pola negosiasi yang berjeda terlalu lama. Teheran lebih memilih pembicaraan yang intensif dan berkelanjutan selama beberapa hari atau minggu sekaligus, daripada pertemuan singkat dengan interval sepuluh hari atau dua minggu.

"Kami tidak mendapatkan keuntungan apa pun dari proses negosiasi yang berlarut-larut," tegas Baghaei.

Sebelumnya, delegasi dari kedua negara telah bertemu dalam dua putaran perundingan tidak langsung di Muscat, Oman, dan Jenewa awal bulan ini. Upaya diplomasi ini menjadi krusial untuk meredam potensi konflik terbuka di kawasan yang kian memanas. (Xinhua/B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya