Headline

Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Iran Kirim Peringatan Keras ke AS saat Perundingan Nuklir, Ancam Tenggelamkan Kapal

Ferdian Ananda Majni
18/2/2026 11:31
Iran Kirim Peringatan Keras ke AS saat Perundingan Nuklir, Ancam Tenggelamkan Kapal
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei(KHAMENEI.IR / AFP)

KETEGANGAN antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, memperingatkan bahwa kapal perang AS bisa dikirim ke dasar laut jika terjadi konfrontasi selama perundingan nuklir berlangsung.

Pernyataan itu muncul di tengah putaran terbaru perundingan nuklir di Jenewa dan peningkatan kehadiran militer Washington di Timur Tengah. Di saat bersamaan, Washington meningkatkan kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah.

Melalui unggahan di platform X, Selasa (17/2), Khamenei menanggapi laporan mengenai pengiriman kapal perang Amerika Serikat ke wilayah dekat Iran.

"Orang-orang Amerika terus-menerus mengatakan bahwa mereka telah mengirim kapal perang menuju Iran," tulis Khamenei. 

"Tentu saja, kapal perang adalah perangkat militer yang berbahaya," lanjutnya.

Ia kemudian menyampaikan peringatan yang lebih tegas. 

"Namun, yang lebih berbahaya daripada kapal perang itu adalah senjata yang dapat mengirim kapal perang tersebut ke dasar laut," paparnya.

Dalam unggahan terpisah pada hari yang sama, Khamenei juga menanggapi pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai kekuatan militer negaranya.

"Presiden AS terus mengatakan bahwa mereka memiliki kekuatan militer terkuat di dunia," kata Khamenei. 

"Kekuatan militer terkuat di dunia pun terkadang bisa dihantam begitu keras hingga tidak bisa bangkit lagi," sebutnya.

Perundingan nuklir kembali digelar di Jenewa

Ancaman tersebut disampaikan bertepatan dengan berlangsungnya putaran kedua pembicaraan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat di Jenewa. 

Washington mendorong tercapainya kesepakatan baru setelah pada masa pemerintahan pertamanya, Trump menarik diri dari perjanjian nuklir era Presiden Barack Obama.

Perjanjian sebelumnya, yakni Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), mengatur pembatasan pengayaan uranium Iran sebagai imbalan pencabutan sanksi ekonomi internasional. 

Trump pada Jumat menyatakan harapan agar negosiasi terbaru dapat menghasilkan kesepakatan yang lebih menguntungkan bagi AS.

Ia juga menegaskan bahwa Amerika Serikat telah mengerahkan kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R. Ford, ke kawasan Timur Tengah. 

Kapal induk tersebut beserta kapal pengawalnya akan bergabung dengan armada yang telah berada di bawah komando militer AS di wilayah tersebut.

Sebelumnya, Trump memperingatkan bahwa ia siap mengeluarkan perintah penggunaan kekuatan militer apabila kesepakatan nuklir tidak tercapai dan jika pemerintah Iran terus melakukan tindakan keras terhadap demonstran.

Menurut laporan para aktivis pada Januari, sekitar 6.159 orang dilaporkan tewas setelah gelombang demonstrasi meletus di Iran pada akhir tahun lalu. Protes tersebut dipicu oleh anjloknya nilai mata uang nasional.

Di tengah ketegangan yang meningkat, Iran juga menggelar latihan militer maritim dengan peluru kendali aktif di Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan global. 

Sementara itu, Komando Pusat Militer AS, United States Central Command (Centcom), pada akhir Januari memperingatkan Iran agar tidak melakukan tindakan yang dinilai tidak aman dan tidak profesional. (LBC/H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya