Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Iran Tunda Perpisahan Khamenei di Tengah Ancaman Israel Terhadap Sang Penerus

Akmal Fauzi
04/3/2026 20:47
Iran Tunda Perpisahan Khamenei di Tengah Ancaman Israel Terhadap Sang Penerus
Tiga warga membentangkan poster saat mengikuti aksi solidaritas untuk Iran di depan Kedutaan Besar Iran, Jakarta, Minggu (1/3/2026)(ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)

KANTOR berita Tasnim melaporkan bahwa upacara prosesi pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, terpaksa ditunda. Khamenei dan anggota keluarganya tewas dalam serangan udara gabungan yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat.

Pihak berwenang menyebut adanya kendala logistik, terutama karena tingginya animo warga dari berbagai provinsi yang ingin memberikan penghormatan terakhir. Namun, di balik itu, bayang-bayang keamanan menjadi prioritas utama. Mengingat pemakaman Ayatollah Ruhollah Khomeini pada 1989 dihadiri 10 juta orang, kerumunan besar kali ini dikhawatirkan menjadi target empuk serangan udara susulan.

Sebelumnya, Kepala Dewan Propaganda Islam Iran, Hojjatoleslam Mahmoudi, sempat mengumumkan bahwa prosesi penghormatan akan berlangsung selama tiga hari di Aula Doa Imam Khomeini.

“Aula doa akan menerima pengunjung dan warga tercinta dapat hadir serta mengambil bagian dalam upacara perpisahan dan menunjukkan kehadiran yang kuat sekali lagi,” ujar Mahmoudi.

Kematian Khamenei di usia 86 tahun meninggalkan lubang besar pada otoritas absolut Iran yang telah ia pegang sejak 1989. Saat ini, Majelis Ahli yang beranggotakan 88 orang tengah berpacu dengan waktu untuk menentukan penggantinya.

Ayatollah Ahmad Khatami, anggota Dewan Garda sekaligus Majelis Ahli, memberikan sinyal bahwa keputusan sudah hampir bulat meski kondisi sedang genting. Kepada televisi pemerintah, ia menegaskan:

“Pemimpin Tertinggi akan diidentifikasi dalam kesempatan terdekat, kami sudah dekat dengan kesimpulan, namun situasi di negara ini adalah situasi perang.”

Nama Mojtaba Khamenei, putra kedua mendiang, mencuat sebagai kandidat kuat. Laporan Reuters menyebutkan bahwa Mojtaba berhasil selamat dari serangan yang menewaskan ayahnya.

Ancaman Iran dan AS

Di sisi lain, Israel tidak berniat menurunkan tensi. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, secara blak-blakan mengancam akan menghabisi siapa pun yang naik takhta menggantikan Khamenei. Melalui unggahannya di media sosial X, Katz menyatakan:

“Setiap pemimpin yang dipilih oleh rezim teror Iran untuk terus memimpin rencana penghancuran Israel, mengancam Amerika Serikat, dunia bebas, dan negara-negara di kawasan, serta menindas rakyat Iran, akan menjadi target pembunuhan yang pasti, tidak peduli siapa namanya atau di mana dia bersembunyi.”

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan harapannya agar kepemimpinan baru Iran nantinya lebih searah dengan kepentingan AS. Namun, para pengamat menilai struktur politik Iran tidak akan mudah goyah. 

Luciano Zaccara dari Universitas Qatar menyebutkan bahwa sistem Iran sudah sangat siap menghadapi skenario terburuk sekalipun.

“Strukturnya tetap ada, garis kekuasaan (dan) garis komando tetap pada tempatnya,” kata Zaccara. (Al Jazeera/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya