Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
SITUASI di Timur Tengah semakin mencekam. Jumlah korban tewas akibat operasi militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel di wilayah Iran kini dilaporkan telah melampaui angka seribu jiwa.
Berdasarkan data terbaru, intensitas serangan udara tersebut mengakibatkan lonjakan korban yang signifikan:
Agresi militer ini dimulai sejak Sabtu (28/2) pagi waktu setempat. Pasukan gabungan AS dan Israel meluncurkan serangkaian serangan udara ke berbagai titik strategis, termasuk ibu kota Teheran.
Dampak dari operasi ini sangat masif:
Operasi militer yang masih berlangsung hingga saat ini telah memicu eskalasi tajam di seluruh kawasan. Gelombang baku tembak rudal yang terus berlanjut tidak hanya meningkatkan jumlah korban jiwa, tetapi juga menciptakan guncangan politik dan keamanan yang luas di skala internasional.
Iran bantah klaim Trump soal negosiasi & ancam negara sekutu AS. Simak update terkini kondisi Pulau Kharg hingga dampak tewasnya Ali Khamenei di sini
Langkah tersebut mencakup tuntutan kompensasi, termasuk pembayaran atas seluruh jenis kerugian yang dialami Iran, tambahnya.
Mojtaba Khamenei dikabarkan selamat dari dua upaya pembunuhan beruntun. Namun, Donald Trump meragukan klaim Iran dan menyebut sang pemimpin terluka. Simak fakta terbarunya
Menlu Iran Abbas Araghchi tegas menolak tuntutan "penyerahan tanpa syarat" dari Donald Trump. Iran pilih terus melawan demi martabat dan keamanan rakyatnya.
Hasil jajak pendapat PBS News/NPR/Marist menunjukkan 56% warga Amerika menentang aksi militer Donald Trump terhadap Iran di tengah pembelahan tajam di Kongres
Kementerian Kesehatan Iran melaporkan 223 perempuan dan 202 anak-anak tewas akibat serangan gabungan AS-Israel sejak 28 Februari. Simak dampak kerusakannya di sini.
Perang total yang dilancarkan AS dan Israel ke Iran memasuki hari ketiga dengan dampak kemanusiaan dan ekonomi yang kian mengerikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved