Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Perang AS-Israel Vs Iran Melebar, Qatar Aktifkan Pertahanan Udara

Ferdian Ananda Majni
03/3/2026 15:19
Perang AS-Israel Vs Iran Melebar, Qatar Aktifkan Pertahanan Udara
Peta wilayah Qatar.(Dok. Google Maps)

ANGKATAN  Udara Qatar menembak jatuh dua jet tempur Iran dan mencegat sejumlah rudal serta drone yang memasuki wilayahnya, menandai eskalasi baru konflik Timur Tengah setelah serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Teheran. Perang AS-Israel vs Iran itu memicu kekhawatiran akan pecahnya pertempuran udara terbuka di kawasan Teluk.

Kementerian Pertahanan Qatar menyatakan dua jet tempur jenis SU-24 berhasil dilumpuhkan. Selain itu, sistem pertahanan udara Qatar juga mencegat tujuh rudal balistik dan lima drone sebelum mencapai target.

"Ancaman ditangani segera setelah terdeteksi sesuai rencana operasional, dan seluruh rudal berhasil dihancurkan sebelum mencapai targetnya," demikian pernyataan Kemhan Qatar.

Doha mengecam keras tindakan Iran yang dinilai ceroboh dan tidak bertanggung jawab karena menyerang wilayahnya sebagai bagian dari balasan terhadap AS dan Israel.

Dalam beberapa hari terakhir, Iran dilaporkan menggempur sejumlah target di Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, serta negara-negara lain di kawasan Teluk.

Koresponden Al Jazeera di Doha, Zein Basravi, menyebut penembakan jatuh pesawat Iran tersebut sebagai eskalasi militer besar.

"Ini berpotensi menjadi awal pertempuran udara langsung dalam konflik yang telah meningkatkan tajam selama tiga hari terakhir," ujar Basravi.

Hingga Senin, Teheran belum memberikan tanggapan resmi atas klaim Kementerian Pertahanan Qatar tersebut.

Respons Iran dan Kecaman Internasional

Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan negaranya berhak membela diri dengan seluruh kekuatan sebagai respons atas serangan AS dan Israel.

Serangan tersebut disebut menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Baghaei mengatakan militer Iran bertindak untuk membela kedaulatan nasional dan integritas wilayah Iran dari tindakan agresi barbar.

Utusan Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amir-Saeid Iravani, juga menyatakan respons Teheran bersifat sah, perlu, dan proporsional.

"Kami hanya menargetkan sasaran militer dan tidak menyerang warga sipil maupun kepentingan negara tetangga," kata Iravani.

"Menurut hukum internasional, setiap negara berkewajiban memastikan wilayahnya tidak digunakan untuk tindakan agresi terhadap negara lain," tambah dia.

Dalam pernyataan bersama pada Minggu, sejumlah negara kawasan bersama AS mengecam serangan rudal dan drone Iran yang dinilai sembrono serta tidak pandang bulu. (Al Jazeera/H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya