Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Iran Tingkatkan Kekuatan Drone di Tengah Tekanan Washington

Ferdian Ananda Majni
30/1/2026 15:58
Iran Tingkatkan Kekuatan Drone di Tengah Tekanan Washington
Area Selat Hormuz, yang jadi area pusat ketegangan AS-Iran.(Dok. Google Maps)

IRAN memperkuat kemampuan militernya dengan mengintegrasikan 1.000 drone tempur baru ke dalam angkatan bersenjata, di tengah meningkatnya ketegangan dan ancaman serangan dari Amerika Serikat (AS).

Panglima Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Amir Hatami, mengungkapkan bahwa sebanyak 1.000 kendaraan udara nirawak atau unmanned aerial vehicles (UAV) telah resmi diintegrasikan ke dalam struktur militer nasional untuk memperkuat daya tempur dan kemampuan pertahanan negara tersebut.

Kantor berita Mehr News melaporkan pada Kamis (29/1) bahwa Hatami secara langsung meninjau proses integrasi drone-drone generasi baru tersebut. 

Dia menyebut pengembangan sistem UAV ini dilakukan dengan mempertimbangkan tantangan keamanan terkini serta pelajaran operasional yang diperoleh Iran dari konflik bersenjata selama 12 hari dengan Israel.

Drone-drone tersebut diproduksi oleh para ahli industri pertahanan Iran yang bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan, sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian militer dan kemampuan teknologi dalam negeri.

Menurut laporan tersebut, UAV yang diintegrasikan memiliki beragam fungsi operasional, mencakup misi serangan, pengintaian, hingga perang elektronik. 

Sistem ini dirancang untuk menargetkan sasaran tetap maupun bergerak di berbagai domain, termasuk darat, laut, dan udara.

Hatami menegaskan bahwa menjaga dan meningkatkan keunggulan strategis tetap menjadi prioritas utama angkatan bersenjata Iran di tengah dinamika keamanan regional yang terus berubah.

"Kesiapan untuk operasi tempur cepat dan respons tegas terhadap segala bentuk agresi terus menjadi panduan perencanaan pertahanan Iran, sejalan dengan ancaman yang diantisipasi," ujar Hatami dikutip Anadolu, Jumat (30/1).

Langkah penguatan militer ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir. 

Presiden AS Donald Trump telah mengerahkan kekuatan militer tambahan ke Timur Tengah, termasuk armada perang yang dipimpin kapal induk USS Abraham Lincoln. 

Selain itu, jet tempur F-15 juga telah ditempatkan di pangkalan militer AS di Yordania.

Pada Rabu (28/1), Trump kembali melontarkan ancaman terhadap Teheran, menyatakan AS siap melancarkan serangan apabila Iran menolak melanjutkan dialog dan mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya.

Di sisi lain, pemerintah Iran menegaskan tidak akan berunding di bawah tekanan atau ancaman. 

Teheran menyatakan hanya bersedia berdialog dalam kondisi yang setara dan saling menghormati serta menegaskan kesiapannya untuk menghadapi konfrontasi militer secara penuh apabila diserang. (CNN/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya