Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Iran Siaga Penuh Hadapi Demonstrasi Anti-Pemerintah. 

Ferdian Ananda Majni
12/3/2026 14:01
Iran Siaga Penuh Hadapi Demonstrasi Anti-Pemerintah. 
Demonstrasi di Kota Bhakkar menentang pemerintah dan agresi Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.(Sosial media X)

PEMERINTAH Iran memperingatkan akan menindak keras demonstrasi anti-pemerintah di tengah perang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel

Di saat yang sama, Washington dan Tel Aviv juga mengisyaratkan kemungkinan memperluas target serangan terhadap pasukan paramiliter Basij yang berada di bawah komando Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).

Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara terbuka menyatakan keinginan mereka agar pemerintahan teokratis yang telah berkuasa selama 47 tahun di Iran dapat digulingkan. 

Mereka juga menyerukan warga Iran untuk tetap waspada di rumah masing-masing dan bersiap untuk memanfaatkan momen ini.

Kepala kepolisian Iran, Ahmad-Reza Radan menegaskan bahwa aparat keamanan siap menindak keras setiap demonstrasi yang dianggap didorong oleh pihak asing.

"Jika ada warga Iran yang turun ke jalan atas kehendak musuh, kami tidak akan melihat mereka sebagai demonstran atau sesuatu yang lain; kami akan melihat mereka sebagai musuh dan melakukan kepada mereka apa yang kami lakukan kepada musuh," kata Radan dalam wawancara dengan televisi pemerintah pada Selasa (10/3) malam.

Ia menambahkan bahwa aparat keamanan telah bersiaga penuh untuk menghadapi kemungkinan gangguan keamanan.

"Semua anggota kami siap dengan jari-jari mereka di pelatuk untuk melindungi revolusi mereka, untuk mendukung rakyat dan negara mereka," ujarnya.

Peringatan ini muncul sekitar dua bulan setelah gelombang protes nasional yang menyebabkan ribuan korban jiwa. Pemerintah Iran menuduh aksi tersebut dilakukan oleh kelompok teroris yang didukung Amerika Serikat dan Israel.

Sementara itu, United Nations dan berbagai organisasi hak asasi manusia internasional mengecam tindakan aparat Iran yang dianggap melakukan penindakan terhadap demonstran damai, termasuk pemutusan total akses internet selama 20 hari.

Radan juga mengonfirmasi bahwa polisi bersama pasukan Basij telah melakukan patroli intensif di jalan-jalan Tehran dan kota-kota lain di Iran sejak gelombang protes serta sejak dimulainya perang dengan AS dan Israel sekitar 12 hari lalu.

Pasukan Basij dilaporkan mendirikan berbagai pos pemeriksaan bersenjata di sejumlah ruas jalan, terutama di sekitar markas polisi, pangkalan IRGC, serta instalasi militer lainnya.

Rekaman yang disiarkan media pemerintah Iran juga menunjukkan kendaraan lapis baja serta aparat keamanan bertopeng turut serta dalam aksi demonstrasi yang menyerukan pembalasan atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta memperingatkan masyarakat agar tidak menunjukkan sentimen anti-pemerintah.

Pihak berwenang juga mengajak para pendukung pemerintah berkumpul di masjid-masjid. Rekaman lain memperlihatkan pasukan Basij bersenjata meneriakkan slogan anti-AS dan anti-Israel sambil membawa senapan serbu di dalam sebuah masjid.

Di sisi lain, militer Israel disebut masih menahan diri untuk tidak secara langsung menyerang masjid, tetapi mulai mengisyaratkan kemungkinan operasi yang lebih luas, termasuk penargetan langsung terhadap pasukan Basij.

Media pemerintah Iran juga menayangkan rekaman sebuah kendaraan yang dibom di kawasan Tehran bagian timur pada siang hari.  Jaringan berita mahasiswa yang berafiliasi dengan pemerintah melaporkan empat warga sipil tewas dan sejumlah lainnya terluka akibat insiden tersebut, termasuk warga yang kebetulan melintas.

Dalam insiden lain, sebuah gedung administrasi milik Bank Sepah di Teheran menjadi sasaran serangan rudal pada Rabu malam. Bank tersebut diketahui menyimpan rekening milik angkatan bersenjata Iran.

Seorang reporter media pemerintah yang berada di lokasi mengatakan staf bank saat itu sedang bekerja lembur setelah tengah malam untuk mengurus pembayaran gaji. Ia menyebut jumlah korban jiwa sangat tinggi, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Serangan tersebut mendorong komando militer Khatam al-Anbiya Central Headquarters dari IRGC mengumumkan bahwa operasi Iran kini diperluas untuk menargetkan kepentingan ekonomi dan perbankan milik Amerika Serikat serta Israel di kawasan. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya