Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Garda Revolusi Iran: Kami tidak akan Berhenti sampai Musuh Dikalahkan

Putri Rosmalia Octaviyani
12/3/2026 21:48
Garda Revolusi Iran: Kami tidak akan Berhenti sampai Musuh Dikalahkan
Komandan Pasukan Udara IRGC, Seyed Majid Mousavi(Dok. Press TV)

KORPS Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengeluarkan pernyataan keras yang menegaskan bahwa operasi militer mereka terhadap Amerika Serikat dan Israel tidak akan berhenti sebelum musuh-musuh mereka menyerah total. Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Rabu (11/3/2026), unit elite Pasukan Quds menyatakan telah "membuka pintu api" sebagai bentuk pembalasan atas agresi militer yang terjadi sejak akhir Februari lalu.

Pernyataan tersebut menekankan bahwa perang kini telah menjadi kewajiban agama bagi Republik Islam Iran. "Setelah musuh melanggar semua batas kemanusiaan dan hukum internasional, kami menganggapnya sebagai kewajiban untuk terus berjuang dengan kekuatan penuh," bunyi pernyataan resmi IRGC sebagaimana dikutip dari Press TV.

Fase Baru Operasi Janji Sejati 4

Komandan Pasukan Udara IRGC, Seyed Majid Mousavi, mengungkapkan bahwa ereka kini meningkatkan intensitas serangan Iran ke Israel dalam operasi yang dinamakan "Janji Sejati 4". Ia menegaskan bahwa mulai saat ini, standar persenjataan yang digunakan akan jauh lebih merusak dibandingkan gelombang sebelumnya.

"Yakinlah bahwa serangan terhadap musuh tidak akan berhenti sedetik pun. Mulai sekarang, kami tidak akan meluncurkan rudal dengan hulu ledak yang beratnya kurang dari satu ton," tegas Mousavi. Ia juga menambahkan bahwa frekuensi peluncuran akan menjadi lebih tinggi dengan jangkauan yang semakin luas mencakup seluruh pangkalan militer AS dan Israel di kawasan.

Target Strategis dan Keamanan Kawasan

Hingga saat ini, IRGC mengklaim telah meluncurkan gelombang serangan ke-39 yang menargetkan berbagai lokasi strategis, termasuk:

Lokasi Target Keterangan
Pangkalan Al-Udairi, Kuwait Fasilitas militer Amerika Serikat
Tel Aviv & Haifa Pusat teknologi dan komando militer Israel
Selat Hormuz Jalur distribusi minyak global yang terancam ditutup

Konflik Timur Tengah ini bermula sejak serangan udara gabungan pada 28 Februari 2026 yang dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran. Sejak saat itu, Teheran telah menetapkan masa berkabung nasional sambil terus melancarkan balasan rudal dan drone besar-besaran.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump dalam wawancara terbarunya mengklaim bahwa kekuatan militer Iran telah hancur. Namun, juru bicara IRGC membantah klaim tersebut dan menyebutnya sebagai "omong kosong", sembari menegaskan bahwa Iran siap melakukan perang intensif dalam jangka panjang untuk menentukan akhir dari konflik ini. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya