Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Garda Revolusi Iran Operasi Janji Sejati 4: Rudal 1 Ton Incar Tel Aviv

Putri Rosmalia Octaviyani
12/3/2026 21:54
Garda Revolusi Iran Operasi Janji Sejati 4: Rudal 1 Ton Incar Tel Aviv
Tentara Israel mengamati rudal balistik Iran di Tel Aviv.(Dok. AFP/Oran Ziv)

KORPS Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan peningkatan eskalasi militer besar-besaran dengan menyiapkan rudal berhulu ledak satu ton. Persenjataan berat ini disiapkan khusus untuk menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) dan pusat strategis Israel dalam operasi yang dinamakan operasi Janji Sejati 4, Kamis (12/3/2026).

Langkah serangan Iran ke Israel ini merupakan respon langsung atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran dalam serangan udara pada akhir Februari lalu. IRGC menegaskan bahwa fase diplomasi telah berakhir dan kini memasuki fase penghancuran total terhadap kekuatan lawan di kawasan Timur Tengah.

Spesifikasi Rudal dan Target Operasi

Komandan Pasukan Udara IRGC, Brigjen Majid Mousavi, menyatakan bahwa standar operasional prosedur (SOP) serangan Iran telah berubah. Iran kini hanya akan menggunakan rudal dengan daya ledak tinggi untuk memastikan kehancuran infrastruktur militer musuh.

"Mulai sekarang, kami tidak akan meluncurkan rudal dengan hulu ledak yang beratnya kurang dari satu ton," tegas Brigjen Majid Mousavi sebagaimana dikutip dari media pemerintah Iran.

Beberapa titik yang menjadi target utama dalam operasi ini meliputi:

  • Pangkalan Militer AS Al-Udairi di Kuwait.
  • Fasilitas Angkatan Laut AS di Bahrain.
  • Pusat Komando Militer Israel di Tel Aviv dan Haifa.

IRGC juga mengisyaratkan kemungkinan penutupan Selat Hormuz jika agresi AS dan Israel terus berlanjut, yang dapat melumpuhkan distribusi minyak dunia.

Dampak Ekonomi Konflik Timur Tengah

Ancaman rudal Iran seberat satu ton ini langsung direspon oleh pasar global. Harga minyak mentah dunia dilaporkan melonjak, sementara nilai tukar Mata Uang Rupiah diprediksi akan mengalami tekanan hebat akibat sentimen risk-off di pasar modal global.

Pihak Amerika Serikat melalui Gedung Putih sebelumnya mengklaim kekuatan militer Iran telah melemah. Namun, pernyataan terbaru dari IRGC ini membantah klaim tersebut dan menunjukkan bahwa kemampuan logistik serta persenjataan Iran masih dalam kondisi siaga tempur tinggi.

Hingga berita ini diturunkan, alarm peringatan serangan udara dilaporkan terus berbunyi di beberapa wilayah perbatasan Israel, sementara pasukan koalisi di Teluk Persia dilaporkan dalam status siaga satu (Defcon 1). (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya