Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Iran dan Hizbullah Luncurkan Serangan Rudal Besar-besaran ke Israel

Thalatie K Yani
12/3/2026 09:42
Iran dan Hizbullah Luncurkan Serangan Rudal Besar-besaran ke Israel
Konflik memuncak! Iran dan Hizbullah luncurkan gelombang rudal ke Israel. (AFP)

ESKALASI konflik di Timur Tengah mencapai titik baru setelah militer Israel melaporkan adanya gelombang serangan rudal dari Iran pada Kamis (12/3/2026) dini hari waktu setempat. Serangan ini memicu pengaktifan sistem pertahanan udara Israel secara besar-besaran dan dibalas dengan serangan udara luas ke Teheran serta basis Hizbullah di Libanon.

Media pemerintah Iran melaporkan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) melancarkan operasi rudal gabungan bersama sekutunya di Libanon, Hizbullah, untuk menyerang wilayah Israel. Sirens peringatan bahaya terdengar di seluruh penjuru negeri, termasuk Yerusalem, saat rudal-rudal tersebut terdeteksi memasuki wilayah udara Israel.

Respons Militer dan Evakuasi Warga

Militer Israel melalui saluran Telegram resminya dua kali mengeluarkan peringatan mendesak kepada warga sipil untuk segera menuju ruang perlindungan bom.

"Sistem pertahanan sedang beroperasi untuk mencegat ancaman tersebut," tegas pihak militer Israel dalam pernyataan resminya.

Hingga berita ini diturunkan, layanan darurat Magen David Adom melaporkan tidak ada korban jiwa akibat hantaman rudal secara langsung. Meski demikian, tim paramedis dikerahkan untuk menangani sejumlah individu yang mengalami luka ringan akibat terjatuh saat bergegas menuju tempat perlindungan.

Serangan Balasan ke Teheran dan Beirut

Sebagai respons cepat, Israel mengumumkan telah melancarkan serangan udara skala besar yang menargetkan pusat kekuatan Iran di Teheran. Selain itu, Israel juga membombardir wilayah Dahieh di Beirut Selatan, yang dikenal sebagai benteng pertahanan Hizbullah.

Dalam laporannya, militer Israel mengeklaim telah menghancurkan 10 struktur penting dalam waktu hanya 30 menit.

"Pasukan telah menyerang 10 struktur teror di area Dahieh dalam waktu 30 menit, termasuk markas intelijen, markas unit Radwan, dan pusat komando tambahan," tulis militer Israel dalam pernyataan terpisah.

Ketegangan yang melibatkan kekuatan regional ini telah memicu kekhawatiran global akan meletusnya perang terbuka yang lebih luas. Hingga saat ini, pihak pertahanan udara Israel masih dalam status siaga tinggi mengantisipasi gelombang serangan susulan. (AFP/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya