Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
KETEGANGAN di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah militer Israel (IDF) meluncurkan gelombang serangan udara besar-besaran ke wilayah Dahieh, pinggiran selatan Beirut, Lebanon. Serangan ini disebut sebagai upaya sistematis untuk menghancurkan infrastruktur milik kelompok militan Hizbullah.
Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, sebelumnya telah mengeluarkan peringatan keras bagi warga sipil di pinggiran ibu kota Libanon tersebut untuk segera melakukan evakuasi. Langkah ini disusul dengan pernyataan bahwa upaya intersepsi terhadap serangan balasan masih terus berlangsung hingga saat ini.
Di sisi lain, Hizbullah mengonfirmasi telah meluncurkan operasi baru sebagai bentuk perlawanan. Dalam pernyataan resminya pada Rabu waktu setempat, kelompok yang didukung Iran tersebut menyatakan serangan mereka adalah respons langsung terhadap "agresi kriminal" Israel di berbagai kota di Lebanon.
"Sebagai respons atas agresi kriminal terhadap puluhan kota dan desa di Lebanon serta pinggiran selatan Beirut, para pejuang kami menargetkan lokasi-lokasi di utara Israel dengan puluhan roket," tulis pernyataan resmi Hizbullah.
Tidak berhenti di situ, Hizbullah mengklaim telah menargetkan markas komando utara militer Israel di dekat Safed dan dua pangkalan militer strategis di Haifa menggunakan rentetan rudal canggih. Kementerian Luar Negeri Israel menggambarkan situasi ini sebagai "hujan rudal harian" yang mengancam rumah, sekolah, dan keluarga di wilayah utara.
Konflik ini juga menyeret respons keras dari Teheran. Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, mengecam keras serangan yang menyasar infrastruktur sipil dan ekonomi mereka. Ia menyebut salah satu cabang bank tertua di Iran dibom saat masih dipenuhi karyawan.
"Infrastruktur nasional kami sedang diserang. Iran akan menuntut balas atas insiden ini," tegas Araghchi melalui unggahan di media sosial X.
Senada dengan Araghchi, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menekankan bahwa stabilitas kawasan hanya bisa dicapai melalui intervensi internasional. Menurutnya, satu-satunya cara untuk mengakhiri perang ini adalah dengan jaminan internasional yang kuat terhadap "agresi di masa depan."
Situasi di perbatasan tetap mencekam. Pihak Israel, melalui Avichay Adraee, telah berjanji akan memberikan respons yang jauh lebih keras terhadap operasi terbaru Hizbullah ini. Dengan serangan udara yang terus berlanjut di Beirut dan hujan rudal di Israel Utara, harapan akan deeskalasi tampak kian menjauh. (BBC/AFP/Z-2)
Israel kembali melancarkan serangan udara ke sejumlah wilayah di Libanon.
Krisis Libanon 2026: UNICEF laporkan 700.000 pengungsi, termasuk 200.000 anak-anak. Angka kematian anak melonjak 25% dalam sepekan. Baca selengkapnya.
Update perang Libanon: Hizbullah pukul mundur pasukan Israel di Al-Khiyam. Presiden Joseph Aoun tawarkan deeskalasi di tengah pertempuran sengit.
Israel melakukan genosida di Gaza dan melancarkan serangan di Libanon dan negara-negara lain.
Konflik Timur Tengah eskalasi! AS dan Israel luncurkan serangan udara ke Iran saat Mojtaba Khamenei resmi ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi gantikan ayahnya.
IRGC menyatakan salah satu target yang kembali diserang adalah pusat komunikasi satelit Ha’ela di selatan Tel Aviv.
Utusan Iran Amir Saeid Iravani sebut rancangan resolusi DK PBB bias dan rusak reputasi PBB karena bela agresi AS-Israel. Cek data korban sipil Iran di sini.
Update konflik Iran 2026: Serangan gabungan AS-Israel di Distrik Vahdat Fardis tewaskan 3 orang. Simak kronologi, motif regime change, dan reaksi Rusia.
Perwakilan Iran di PBB, Amir Saeid Iravani, tegaskan Teheran akan ambil semua tindakan bela rakyat & wilayah dari serangan AS-Israel. Simak update terbarunya.
Pasukan Israel tutup Masjid Al-Aqsa 11 hari berturut-turut di Ramadan 2026. Pertama kali sejak 1967, salat Tarawih dan I'tikaf dilarang di situs suci.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved