Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Israel Bombardir Beirut, Hizbullah Balas dengan Rudal Canggih

Thalatie K Yani
12/3/2026 04:16
Israel Bombardir Beirut, Hizbullah Balas dengan Rudal Canggih
Serangan Israel ke Beirut(Media Sosial X)

KETEGANGAN di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah militer Israel (IDF) meluncurkan gelombang serangan udara besar-besaran ke wilayah Dahieh, pinggiran selatan Beirut, Lebanon. Serangan ini disebut sebagai upaya sistematis untuk menghancurkan infrastruktur milik kelompok militan Hizbullah.

Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, sebelumnya telah mengeluarkan peringatan keras bagi warga sipil di pinggiran ibu kota Libanon tersebut untuk segera melakukan evakuasi. Langkah ini disusul dengan pernyataan bahwa upaya intersepsi terhadap serangan balasan masih terus berlangsung hingga saat ini.

Balasan Hizbullah: Operasi Rudal Canggih

Di sisi lain, Hizbullah mengonfirmasi telah meluncurkan operasi baru sebagai bentuk perlawanan. Dalam pernyataan resminya pada Rabu waktu setempat, kelompok yang didukung Iran tersebut menyatakan  serangan mereka adalah respons langsung terhadap "agresi kriminal" Israel di berbagai kota di Lebanon.

"Sebagai respons atas agresi kriminal terhadap puluhan kota dan desa di Lebanon serta pinggiran selatan Beirut, para pejuang kami menargetkan lokasi-lokasi di utara Israel dengan puluhan roket," tulis pernyataan resmi Hizbullah.

Tidak berhenti di situ, Hizbullah mengklaim telah menargetkan markas komando utara militer Israel di dekat Safed dan dua pangkalan militer strategis di Haifa menggunakan rentetan rudal canggih. Kementerian Luar Negeri Israel menggambarkan situasi ini sebagai "hujan rudal harian" yang mengancam rumah, sekolah, dan keluarga di wilayah utara.

Reaksi Iran dan Ancaman Balasan

Konflik ini juga menyeret respons keras dari Teheran. Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, mengecam keras serangan yang menyasar infrastruktur sipil dan ekonomi mereka. Ia menyebut salah satu cabang bank tertua di Iran dibom saat masih dipenuhi karyawan.

"Infrastruktur nasional kami sedang diserang. Iran akan menuntut balas atas insiden ini," tegas Araghchi melalui unggahan di media sosial X.

Senada dengan Araghchi, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menekankan bahwa stabilitas kawasan hanya bisa dicapai melalui intervensi internasional. Menurutnya, satu-satunya cara untuk mengakhiri perang ini adalah dengan jaminan internasional yang kuat terhadap "agresi di masa depan."

Situasi di perbatasan tetap mencekam. Pihak Israel, melalui Avichay Adraee, telah berjanji akan memberikan respons yang jauh lebih keras terhadap operasi terbaru Hizbullah ini. Dengan serangan udara yang terus berlanjut di Beirut dan hujan rudal di Israel Utara, harapan akan deeskalasi tampak kian menjauh. (BBC/AFP/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya