Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Israel Tutup Masjid Al-Aqsa 11 Hari, Tarawih dan I'tikaf Dilarang

Media Indonesia
11/3/2026 13:39
Israel Tutup Masjid Al-Aqsa 11 Hari, Tarawih dan I'tikaf Dilarang
Masjid Al-Aqsa.(Al Jazeera)

PASUKAN penjajah Israel terus menutup akses menuju kompleks Masjid Al-Aqsa selama 11 hari berturut-turut hingga Selasa (10/3/2026). Kebijakan ini secara efektif melarang jemaah Muslim Palestina untuk memasuki situs suci tersebut guna beribadah, terutama di momen krusial akhir Ramadan.

Pemerintah Israel berdalih bahwa penutupan total ini dilakukan atas dasar pertimbangan keamanan menyusul eskalasi konflik yang melibatkan Iran. Namun, langkah ini memicu kecaman luas karena dianggap melanggar hak dasar kebebasan beragama di Yerusalem.

Larangan Tarawih Pertama Sejak 1967

Penutupan yang terus berlanjut selama 10 hari terakhir Ramadan 2026 menjadi preseden yang sangat berbahaya. Berdasarkan data sejarah, ini merupakan pertama kali sejak pendudukan Jerusalem pada 1967, aktivitas ibadah salat Tarawih dan I'tikaf dilarang sepenuhnya di dalam Masjid Al-Aqsa.

Situasi ini menciptakan ketegangan tinggi di kawasan Kota Tua Jerusalem. Ribuan jemaah biasanya memadati kompleks masjid untuk mencari keberkahan malam Lailatul Qadar.

Catatan Krisis Al-Aqsa:

  • Durasi Penutupan: 11 Hari berturut-turut (per 10 Maret 2026).
  • Dampak Ibadah: Pembatalan total salat Tarawih dan I'tikaf massal.
  • Konteks Sejarah: Pembatasan paling ketat sejak perang enam hari 1967.

Agenda Politik dan Ideologis di Balik Keamanan

Pemerintah Provinsi Jerusalem secara resmi memperingatkan ada eskalasi hasutan yang dipimpin oleh organisasi ekstremis Bukit Bait Suci (Temple Mount). Kelompok-kelompok ini memanfaatkan penutupan masjid untuk mendorong perubahan status quo keagamaan dan sejarah di kompleks tersebut.

Pihak Pemprov Jerusalem menekankan bahwa yang terjadi saat ini bukan sekadar tindakan keamanan sementara seperti yang diklaim otoritas penjajah. "Ini lebih merupakan agenda politik dan ideologis yang bertujuan mengubah status quo hukum yang ada di kompleks Masjid Al-Aqsa," tulis pernyataan resmi tersebut mengutip sumber WAFA.

Komunitas internasional kini mendesak agar akses ke Masjid Al-Aqsa segera dibuka kembali guna menghindari ledakan konflik yang lebih besar di kawasan Timur Tengah yang sudah memanas akibat ketegangan Iran-Israel. 

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Mengapa Israel menutup Masjid Al-Aqsa pada Maret 2026?
Israel berdalih penutupan dilakukan karena alasan keamanan terkait konflik yang sedang berlangsung dengan Iran.

2. Benarkah salat Tarawih dilarang di Al-Aqsa?
Ya, penutupan selama 11 hari berturut-turut ini mengakibatkan salat Tarawih dan I'tikaf dilarang untuk pertama kalinya sejak tahun 1967.

3. Apa tanggapan Pemerintah Provinsi Jerusalem?
Pemprov Jerusalem memperingatkan bahwa penutupan ini adalah agenda ideologis untuk mengubah status quo sejarah dan hukum Masjid Al-Aqsa. (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya