Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
KRISIS kemanusiaan di Libanon mencapai titik nadir yang mengkhawatirkan. Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) melaporkan bahwa eskalasi konflik bersenjata antara militer Israel dan kelompok perlawanan memaksa hampir 700.000 orang meninggalkan rumah mereka. Sekitar 200.000 di antaranya ialah anak-anak.
Pernyataan resmi UNICEF yang dirilis pada Senin (9/3/2026) menyebutkan bahwa pengungsian massal ini terjadi di seluruh wilayah Libanon. Gelombang pengungsi terbaru ini menambah beban puluhan ribu warga yang sebelumnya mengungsi sejak konflik mulai memanas.
UNICEF menyoroti lonjakan tajam angka kematian anak yang naik hingga 25 persen hanya dalam enam hari terakhir. "Dalam 28 bulan terakhir, 329 anak di Libanon dilaporkan tewas. Namun hanya dalam enam hari, jumlahnya meroket menjadi total 412 anak," bunyi pernyataan tersebut.
Intensitas pertempuran diketahui meningkat drastis sejak 2 Maret 2026, dipicu oleh rentetan serangan roket dari wilayah Libanon ke arah Israel yang diklaim oleh Hizbullah. Sebagai balasan, militer Israel melancarkan operasi serangan udara besar-besaran yang menyasar daerah-daerah berpenduduk padat di seluruh Libanon, termasuk pusat kota Beirut.
Serangan udara yang membabi buta di kawasan permukiman memicu kepanikan massal. Ratusan ribu warga terpaksa menempuh perjalanan berbahaya untuk mencari perlindungan di wilayah utara dan daerah-daerah yang dianggap lebih aman di dalam negeri Libanon.
UNICEF mendesak semua pihak yang bertikai untuk segera melakukan gencatan senjata demi melindungi warga sipil, terutama anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan dalam konflik ini. Fasilitas publik seperti sekolah dan tempat penampungan kini dilaporkan sudah melebihi kapasitas akibat arus pengungsi yang terus mengalir.
WAKIL Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono mendesak pemerintah melakukan evaluasi termasuk opsi penarikan pasukan setelah seorang prajurit TNI anggota UNIFIL tewas di Libanon
SEORANG anggota misi penjaga perdamaian PBB UNIFIL tewas setelah sebuah proyektil meledak di salah satu pos mereka di dekat desa Adchit Al-Qusayr, Libanon selatan, pada Minggu (29/3).
Tiga jurnalis tewas akibat serangan udara Israel di Libanon Selatan, Sabtu (28/3). CPJ kecam keras tuduhan Israel yang menyebut jurnalis sebagai kombatan tanpa bukti sah.
Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem menyampaikan bahwa kelompok itu akan melanjutkan apa yang dia gambarkan sebagai "pertempuran defensif" melawan Israel.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu umumkan perluasan zona keamanan di Libanon Selatan hingga Sungai Litani. Langkah ini memicu kekhawatiran pendudukan jangka panjang.
Eskalasi di Libanon meningkat setelah militer Israel meluncurkan serangkaian serangan udara ke pinggiran Beirut dan menangkap dua anggota pasukan komando Hizbullah.
WAKIL Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono mendesak pemerintah melakukan evaluasi termasuk opsi penarikan pasukan setelah seorang prajurit TNI anggota UNIFIL tewas di Libanon
Update perang Libanon: Hizbullah pukul mundur pasukan Israel di Al-Khiyam. Presiden Joseph Aoun tawarkan deeskalasi di tengah pertempuran sengit.
Serangan udara Israel di Nabatieh, Libanon, tewaskan 10 orang. Total korban tewas di Libanon mencapai 400 jiwa dalam sepekan terakhir. Simak update konflik terbaru.
Eskalasi di perbatasan Lebanon: Hizbullah lancarkan 20 serangan roket dan drone ke Israel utara, sasar radar Iron Dome di Haifa hingga pangkalan Tel Hashomer.
PAUS Leo XIV menyerukan diakhiri perang antara Israel dan Hizbullah di Libanon, kemarin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved