Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

UNICEF: 200 Ribu Anak Libanon Mengungsi akibat Perang Israel

Media Indonesia
10/3/2026 22:14
UNICEF: 200 Ribu Anak Libanon Mengungsi akibat Perang Israel
Bom Israel di Libanon.(Al Jazeera)

KRISIS kemanusiaan di Libanon mencapai titik nadir yang mengkhawatirkan. Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) melaporkan bahwa eskalasi konflik bersenjata antara militer Israel dan kelompok perlawanan memaksa hampir 700.000 orang meninggalkan rumah mereka. Sekitar 200.000 di antaranya ialah anak-anak.

Pernyataan resmi UNICEF yang dirilis pada Senin (9/3/2026) menyebutkan bahwa pengungsian massal ini terjadi di seluruh wilayah Libanon. Gelombang pengungsi terbaru ini menambah beban puluhan ribu warga yang sebelumnya mengungsi sejak konflik mulai memanas.

Data Krisis Anak di Libanon (Maret 2026):

  • Total Anak Mengungsi: Sekitar 200.000 jiwa.
  • Korban Tewas (Sejak 2 Maret): 83 anak.
  • Korban Luka (Sejak 2 Maret): 254 anak.
  • Total Kematian Anak (28 Bulan Terakhir): 412 jiwa.

Peningkatan Angka Kematian yang Mengerikan

UNICEF menyoroti lonjakan tajam angka kematian anak yang naik hingga 25 persen hanya dalam enam hari terakhir. "Dalam 28 bulan terakhir, 329 anak di Libanon dilaporkan tewas. Namun hanya dalam enam hari, jumlahnya meroket menjadi total 412 anak," bunyi pernyataan tersebut.

Intensitas pertempuran diketahui meningkat drastis sejak 2 Maret 2026, dipicu oleh rentetan serangan roket dari wilayah Libanon ke arah Israel yang diklaim oleh Hizbullah. Sebagai balasan, militer Israel melancarkan operasi serangan udara besar-besaran yang menyasar daerah-daerah berpenduduk padat di seluruh Libanon, termasuk pusat kota Beirut.

Eksodus Warga ke Daerah Aman

Serangan udara yang membabi buta di kawasan permukiman memicu kepanikan massal. Ratusan ribu warga terpaksa menempuh perjalanan berbahaya untuk mencari perlindungan di wilayah utara dan daerah-daerah yang dianggap lebih aman di dalam negeri Libanon.

UNICEF mendesak semua pihak yang bertikai untuk segera melakukan gencatan senjata demi melindungi warga sipil, terutama anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan dalam konflik ini. Fasilitas publik seperti sekolah dan tempat penampungan kini dilaporkan sudah melebihi kapasitas akibat arus pengungsi yang terus mengalir.

FAQ: Dampak Konflik Libanon bagi Anak-Anak

  • Berapa jumlah anak yang mengungsi di Libanon? Menurut UNICEF, sekitar 200.000 anak mengungsi dari total 700.000 pengungsi di seluruh negeri.
  • Kapan eskalasi besar-besaran ini dimulai? Pertempuran kian intensif sejak serangan roket pada 2 Maret 2026 yang diikuti serangan balasan udara Israel.
  • Berapa total anak yang tewas dalam konflik ini? Hingga Maret 2026, tercatat total 412 anak tewas, dengan lonjakan 25 persen terjadi dalam sepekan terakhir. (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya