Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
ESKALASI militer di Timur Tengah terus memburuk. Setidaknya 10 orang dilaporkan tewas dan enam lain luka-luka akibat serangan udara Israel yang menghantam wilayah Libanon selatan pada Minggu malam (8/3/2026).
Berdasarkan laporan Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA), serangan udara tersebut secara spesifik menargetkan kota Sir al-Gharbiyyeh yang terletak di Distrik Nabatieh. Insiden ini menambah deretan panjang serangan mematikan yang menghantam wilayah kedaulatan Libanon dalam sepekan terakhir.
Sepanjang hari Minggu tersebut, serangkaian serangan udara Israel di ibu kota Beirut serta wilayah selatan Libanon merenggut sedikitnya 49 nyawa. Laporan Kementerian Kesehatan Libanon menyebutkan bahwa serangan ini terjadi secara beruntun di beberapa titik strategis.
Angka ini menambah daftar tragis korban sipil setelah pada hari Sabtu (7/3), sebanyak 55 orang termasuk anak-anak juga dinyatakan tewas dalam operasi militer serupa di Libanon timur dan selatan. Israel diketahui memperluas kampanye militernya di Libanon sejak Senin pekan lalu sebagai respons atas ketegangan regional yang melibatkan kelompok Hizbullah.
Eskalasi yang meluas ke Libanon memicu krisis kemanusiaan yang mendalam. Perang lintas perbatasan antara Israel dan Hizbullah kini melibatkan serangan udara intensif dan balasan roket yang menyebabkan ribuan warga sipil mengungsi.
Data terbaru dari otoritas Libanon menunjukkan statistik yang mengkhawatirkan sejak Senin lalu:
| Kategori Data | Jumlah (Estimasi) |
|---|---|
| Korban Tewas (Sepekan) | Hampir 400 Jiwa |
| Korban Luka-luka | Lebih dari 1.100 Orang |
| Warga Mengungsi | Ribuan Jiwa |
Iran membalas serangan AS-Israel dengan meluncurkan drone dan rudal yang menargetkan wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika di kawasan Teluk. Situasi ini membuat Libanon berada di garis depan pertempuran yang mengancam stabilitas keamanan di seluruh kawasan Timur Tengah.
Pemerintah Libanon terus mendesak komunitas internasional untuk melakukan intervensi guna menghentikan agresi militer yang kian tidak terkendali dan melindungi warga sipil yang tidak berdosa. (Ant/I-2)
Rangkuman terbaru perang Timur Tengah 8 Maret 2026: Serangan ke Teheran, eskalasi di Libanon, hingga hilangnya 3 awak kapal Indonesia di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved