Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

AS-Israel Serang Isfahan, Korban Sipil Terus Berjatuhan di Iran

Haufan Hasyim Salengke
15/3/2026 19:01
AS-Israel Serang Isfahan, Korban Sipil Terus Berjatuhan di Iran
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.(Tasnim News Agency)

AMERIKA Serikat dan Israel melancarkan serangan rudal terkoordinasi ke sejumlah titik strategis di Provinsi Isfahan, Iran tengah. Serangan ini dilaporkan menewaskan sedikitnya 15 orang dan memicu balasan masif dari pihak Teheran.

Iran merespons cepat dengan meluncurkan rentetan serangan rudal ke wilayah Israel serta mengeklaim telah menyasar pangkalan militer AS di Irak dan Kuwait. Di tengah ketegangan militer ini, Presiden AS Donald Trump mengeklaim telah ada komunikasi dari pihak Iran untuk melakukan kesepakatan (deal). Namun, Trump menegaskan bahwa persyaratan yang diajukan sejauh ini "belum cukup baik".

Terpisah, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa militer Teheran tidak pernah menjadikan kawasan sipil atau pemukiman penduduk sebagai target serangan dalam rangkaian operasi balasan mereka di Timur Tengah.

Sebagai bentuk transparansi, Teheran menyatakan kesiapannya untuk membentuk komite investigasi bersama negara-negara tetangga. Komite ini nantinya bertugas menyelidiki secara independen aktor yang bertanggung jawab atas serangan-serangan yang menyasar fasilitas nonmiliter.

Dampak kemanusiaan akibat meluasnya teater perang ini kian mengkhawatirkan. Di Libanon, serangan Israel telah merenggut 826 nyawa dan menyebabkan 831.000 orang mengungsi. Sementara itu, Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) melaporkan gelombang pengungsian besar-besaran di internal Iran.

Krisis kemanusiaan di Iran mencapai titik nadir seiring meluasnya dampak serangan udara di wilayah pusat. IOM melaporkan bahwa gelombang pengungsi kini telah menyebar ke lebih dari 20 provinsi di seluruh negeri. Kondisi ini menyebabkan tempat-tempat penampungan darurat mengalami tekanan hebat (strain) akibat lonjakan kapasitas yang melampaui batas normal.

Meskipun otoritas setempat telah menutup bandara dan mayoritas pintu perbatasan--terutama jalur utama menuju Irak--ribuan warga nekat menempuh jalur tikus demi menyelamatkan diri. Data terbaru menunjukkan hampir 32.000 warga Iran telah menyeberang ke Afghanistan, sementara hampir 4.000 lainnya terpantau memasuki wilayah Pakistan. Hancurnya fasilitas publik dan rumah tinggal di kota-kota besar menjadi pendorong utama pola mobilitas warga yang kian kompleks dan berbahaya ini. (Al-Jazeera/B-3)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya