Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Work From Home Dinilai Solusi Sementara Antisipasi Dampak Gejolak Energi Global

Naufal Zuhdi
26/3/2026 15:05
Work From Home Dinilai Solusi Sementara Antisipasi Dampak Gejolak Energi Global
Ilustrasi(Dok Istimewa)

KEBIJAKAN work from home (WFH) dinilai dapat menjadi langkah jangka pendek untuk meredam dampak kenaikan harga energi akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Namun, kebijakan tersebut dinilai belum cukup untuk menjawab tantangan struktural sektor energi dalam jangka panjang.

Pengamat Kebijakan Publik Harryadin Mahardika menilai penerapan WFH, meskipun terbatas, dapat membantu menekan konsumsi bahan bakar, khususnya di sektor transportasi.

“WFH sehari bisa menjadi solusi sementara untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM dan gas akibat perang di Timur Tengah,” ucapnya saat dihubungi, Kamis (26/3).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak bisa dijadikan strategi jangka panjang. Pemerintah, kata dia, perlu mempercepat langkah transisi energi guna mengurangi ketergantungan pada energi fosil yang rentan terhadap gejolak global.

“Untuk jangka panjang, pemerintah harus mempercepat program transisi energi, baik untuk pembangkit listrik maupun kendaraan bermotor,” kata Harryadin.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kelompok masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah akan menjadi pihak yang paling terdampak apabila harga energi mengalami kenaikan. Oleh karena itu, kebijakan perlindungan sosial dinilai perlu lebih tepat sasaran.

Salah satu opsi yang disarankan adalah memperluas subsidi untuk kendaraan listrik, khususnya roda dua, yang dinilai lebih terjangkau dan relevan bagi masyarakat luas.

“Kelas menengah bawah akan paling terdampak kenaikan harga BBM. Sebaiknya pemerintah fokus pada subsidi kendaraan listrik roda dua,” ucapnya.

Di sisi lain, Harryadin juga menilai pemerintah perlu mempertimbangkan diversifikasi sumber pasokan energi, termasuk membuka peluang impor dari negara lain guna menjaga stabilitas harga dalam negeri.

Menurutnya, langkah tersebut perlu dikaji secara matang sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global.

“Pemerintah harus berani menambah sumber impor BBM dari negara seperti Rusia dan Iran,” pungkasnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya