Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBIJAKAN work from home (WFH) dinilai memiliki dampak nyata dalam menekan konsumsi energi dan beban fiskal, meski belum cukup kuat untuk menjaga defisit anggaran tetap di bawah batas aman tahun ini.
Pengamat Kebijakan Publik Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menyatakan bahwa penerapan WFH satu hari dalam sepekan berpotensi memberikan efisiensi signifikan terhadap konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
“WFH satu hari bisa memangkas konsumsi BBM hingga 10 persen, menghemat impor hingga Rp100 triliun per tahun, serta menekan beban subsidi BBM hingga Rp15 triliun per tahun,” ucap dia saat dihubungi, Kamis (26/3).
Meski demikian, ia menilai dampak tersebut belum cukup untuk memastikan defisit anggaran tetap berada di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Menurutnya, implementasi WFH juga harus dirancang secara selektif agar tidak mengganggu sektor-sektor yang membutuhkan kehadiran fisik tenaga kerja, seperti industri manufaktur, sektor makanan dan minuman, serta ritel.
“WFH tidak boleh mengganggu sektor yang memerlukan kehadiran fisik karyawan. Ini harus diakomodasi dalam kebijakan agar tidak menimbulkan disrupsi pada aktivitas ekonomi riil,” jelasnya.
Selain kebijakan WFH, ia menekankan pentingnya efisiensi belanja pemerintah, khususnya pada program-program besar. Ia menilai langkah efisiensi yang saat ini dilakukan masih belum cukup signifikan untuk memperkuat ruang fiskal.
Wijayanto mencontohkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang dinilai masih memiliki ruang efisiensi lebih besar.
“Efisiensi Rp40 triliun dari MBG seperti yang diumumkan belum memadai. Perlu langkah yang lebih drastis, misalnya efisiensi hingga 30–40 persen dari total biaya program,” ujarnya.
Ia mengingatkan, tanpa upaya efisiensi yang lebih agresif, tekanan terhadap defisit anggaran berpotensi meningkat dan melampaui batas yang telah ditetapkan pemerintah.
“Jika tidak, maka defisit berpotensi tetap menembus 3 persen PDB,” pungkasnya. (H-2)
Presiden menjelaskan kebutuhan untuk efisiensi itu melihat skor ICOR Indonesia yang cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan negara tetangga.
Ia menegaskan pemerintah akan tetap memprioritaskan belanja yang lebih produktif dan tepat sasaran.
Ia menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan contoh konkret dari para pemimpin terkait upaya efisiensi anggaran negara.
Juru bicara Gus Yaqut, Anna Hasbie, mengungkapkan pembagian kuota Haji Tambahan 2024 harus dilihat secara utuh. Hal itu pula yang mendasari penerbitan Buku Putih Kuota Haji Tambahan 2024.
PUSaKO menyampaikan enam poin penting. Pertama, mempertahankan sistem pemilihan kepala daerah secara langsung oleh rakyat sebagai implementasi konkret kedaulatan rakyat.
Pemkot Tangsel juga merujuk pada Surat Edaran Menteri PANRB sebagai diskresi sah untuk mengatur beban kerja nasional pasca-libur panjang.
Jika kebijakan WFH kembali diterapkan, diperlukan pengaturan teknis yang jelas di setiap perangkat daerah.
Seluruh perangkat daerah diminta memastikan layanan kepada masyarakat tetap berjalan normal saat penerapan WFH, terutama pada unit layanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved