Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
ESKALASI konflik di Timur Tengah memasuki fase mengkhawatirkan setelah serangkaian serangan udara dan laut menghantam infrastruktur energi di kawasan Teluk pada Kamis pagi. Ketegangan ini memicu lonjakan harga minyak mentah dunia di tengah kekhawatiran gangguan pasokan energi global.
Serangan Masif di Kawasan Teluk
Iran dilaporkan meningkatkan intensitas serangannya terhadap fasilitas minyak dan kapal tanker di Teluk Persia. Di Irak, otoritas setempat mengonfirmasi satu orang tewas dan 38 lainnya berhasil diselamatkan setelah dua kapal tanker asing diserang drone Iran di perairan teritorial Irak, dekat pelabuhan Umm Qasr, Basra. Iran mengklaim bertanggung jawab atas insiden tersebut dengan menyatakan bahwa drone bawah air telah meledakkan kapal-kapal tersebut.
Sementara itu, Bahrain melaporkan serangan Iran menargetkan tangki bahan bakar di Kegubernuran Muharraq utara. Kementerian Dalam Negeri Bahrain bahkan mengeluarkan peringatan agar warga di empat kota terdekat tetap berada di dalam rumah guna menghindari dampak asap dan api.
Negara-negara tetangga lainnya juga melaporkan upaya intersepsi serangan udara yang masif:
Di garis depan lainnya, militer Israel meluncurkan "gelombang serangan skala besar" terhadap infrastruktur Hizbullahdi Beirut, Lebanon. Koresponden BBC, Samantha Granville, menggambarkan situasi tersebut sebagai "malam paling bising" bagi kota tersebut sejak perang dimulai, dengan kilatan cahaya oranye yang menerangi langit malam.
Di sisi lain, Teheran mengklaim infrastruktur nasional mereka juga diserang, termasuk bank tertua di negara itu. Menteri Luar Negeri Iran menyatakan bahwa serangan tersebut terjadi saat bank "penuh dengan karyawan" dan berjanji akan melakukan pembalasan dendam. Iran juga mengonfirmasi telah meluncurkan gelombang baru rudal ke wilayah Israel, yang diklaim dibantu oleh serangan dari pihak Hezbollah.
Dampak Ekonomi: Harga Minyak Melambung
Ketegangan di Selat Hormuz, jalur air kunci bagi pengiriman energi dunia, berdampak langsung pada pasar komoditas. Harga minyak mentah Brent naik hampir 9% hingga melampaui US$100 per barel di perdagangan Asia.
Kenaikan ini tetap terjadi meski 32 anggota Badan Energi Internasional (IEA) sepakat untuk melepaskan 400 juta barel dari cadangan darurat mereka untuk menekan dampak perang. Pada hari Rabu, Iran memberikan peringatan keras bahwa harga minyak bisa menyentuh angka $200 per barel jika serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz terus meningkat. (BBC/CNN/AFP/Z-2)
PEMERINTAH Arab Saudi menyatakan dukungannya atas keputusan Dewan Hak Asasi Manusia PBB yang secara bulat mengadopsi resolusi terkait dampak serangan Iran
Ketegangan meningkat setelah Iran menuduh AS-Israel menyerang fasilitas gas di Isfahan dan pembangkit listrik nuklir Bushehr.
Iran melancarkan serangan balasan dengan menargetkan infrastruktur energi di negara-negara Teluk sekutu AS, setelah fasilitas gas Iran di South Pars diserang
Donald Trump menyatakan Israel akan menghentikan serangan ke ladang gas South Pars Iran. AS menegaskan tidak terlibat dan memperingatkan Iran terkait potensi eskalasi.
Uni Emirat Arab (UEA) mengalami eskalasi serangan udara dari Iran. Satu warga sipil tewas, operasional bandara Dubai terganggu, dan kilang minyak terbakar.
Otoritas Qatar perintahkan evakuasi darurat di Doha akibat serangan misil. Ketegangan meningkat setelah Iran balas serangan militer gabungan AS-Israel. Simak selengkapnya.
Lonjakan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik dinilai berpotensi menekan ketahanan energi dan fiskal Indonesia.
KENAIKAN harga bahan baku turunan minyak bumi kembali menjadi sorotan di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Harga minyak dunia melonjak dan rupiah melemah menekan APBN 2026. Ekonom ingatkan disiplin fiskal penting untuk cegah defisit hingga 6% dan jaga stabilitas ekonomi.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menambah anggaran hingga Rp100 triliun untuk subsidi energi mengantisipasi dampak dari konflik di tengah dan harga minyak dunia serta defisit APBN
Purbaya menyebut Pertamina sementara menanggung selisih harga BBM nonsubsidi saat harga minyak dunia melonjak, sementara pemerintah menahan kenaikan harga.
MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan subsidi energi berpotensi membengkak hingga Rp100 triliun seiring kenaikan harga minyak dunia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved