Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Iran Gempur Fasilitas Minyak, Harga Brent Melonjak Tajam

Thalatie K Yani
12/3/2026 13:10
Iran Gempur Fasilitas Minyak, Harga Brent Melonjak Tajam
Ilustrasi(AFP)

ESKALASI  konflik di Timur Tengah memasuki fase mengkhawatirkan setelah serangkaian serangan udara dan laut menghantam infrastruktur energi di kawasan Teluk pada Kamis pagi. Ketegangan ini memicu lonjakan harga minyak mentah dunia di tengah kekhawatiran gangguan pasokan energi global.

Serangan Masif di Kawasan Teluk

Iran dilaporkan meningkatkan intensitas serangannya terhadap fasilitas minyak dan kapal tanker di Teluk Persia. Di Irak, otoritas setempat mengonfirmasi satu orang tewas dan 38 lainnya berhasil diselamatkan setelah dua kapal tanker asing diserang drone Iran di perairan teritorial Irak, dekat pelabuhan Umm Qasr, Basra. Iran mengklaim bertanggung jawab atas insiden tersebut dengan menyatakan bahwa drone bawah air telah meledakkan kapal-kapal tersebut.

Sementara itu, Bahrain melaporkan serangan Iran menargetkan tangki bahan bakar di Kegubernuran Muharraq utara. Kementerian Dalam Negeri Bahrain bahkan mengeluarkan peringatan agar warga di empat kota terdekat tetap berada di dalam rumah guna menghindari dampak asap dan api.

Negara-negara tetangga lainnya juga melaporkan upaya intersepsi serangan udara yang masif:

  • Arab Saudi: Melalui Kementerian Pertahanan, mengonfirmasi telah mencegat dan menghancurkan lebih dari 20 drone di wilayah timur, pusat ladang minyak kerajaan.
  • Uni Emirat Arab (UEA): Pertahanan udara merespons ancaman rudal dan drone. Sebuah drone jatuh di dekat Creek Harbour, Dubai, dan menyebabkan kebakaran kecil.
  • Kuwait: Angkatan bersenjata mencegat drone yang melanggar wilayah udara utara. Dua orang dilaporkan terluka setelah sebuah drone menghantam bangunan tempat tinggal di Kuwait selatan.
  • Oman: Berhasil menyelamatkan 20 pelaut dari kapal berbendera Thailand, di mana beberapa di antaranya mengalami luka-luka.

Konfrontasi Israel, Iran, dan Hizbullah

Di garis depan lainnya, militer Israel meluncurkan "gelombang serangan skala besar" terhadap infrastruktur Hizbullahdi Beirut, Lebanon. Koresponden BBC, Samantha Granville, menggambarkan situasi tersebut sebagai "malam paling bising" bagi kota tersebut sejak perang dimulai, dengan kilatan cahaya oranye yang menerangi langit malam.

Di sisi lain, Teheran mengklaim infrastruktur nasional mereka juga diserang, termasuk bank tertua di negara itu. Menteri Luar Negeri Iran menyatakan bahwa serangan tersebut terjadi saat bank "penuh dengan karyawan" dan berjanji akan melakukan pembalasan dendam. Iran juga mengonfirmasi telah meluncurkan gelombang baru rudal ke wilayah Israel, yang diklaim dibantu oleh serangan dari pihak Hezbollah.

Dampak Ekonomi: Harga Minyak Melambung

Ketegangan di Selat Hormuz, jalur air kunci bagi pengiriman energi dunia, berdampak langsung pada pasar komoditas. Harga minyak mentah Brent naik hampir 9% hingga melampaui US$100 per barel di perdagangan Asia.

Kenaikan ini tetap terjadi meski 32 anggota Badan Energi Internasional (IEA) sepakat untuk melepaskan 400 juta barel dari cadangan darurat mereka untuk menekan dampak perang. Pada hari Rabu, Iran memberikan peringatan keras bahwa harga minyak bisa menyentuh angka $200 per barel jika serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz terus meningkat. (BBC/CNN/AFP/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya