Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
ESKALASI konflik di Timur Tengah memasuki fase mengkhawatirkan setelah serangkaian serangan udara dan laut menghantam infrastruktur energi di kawasan Teluk pada Kamis pagi. Ketegangan ini memicu lonjakan harga minyak mentah dunia di tengah kekhawatiran gangguan pasokan energi global.
Serangan Masif di Kawasan Teluk
Iran dilaporkan meningkatkan intensitas serangannya terhadap fasilitas minyak dan kapal tanker di Teluk Persia. Di Irak, otoritas setempat mengonfirmasi satu orang tewas dan 38 lainnya berhasil diselamatkan setelah dua kapal tanker asing diserang drone Iran di perairan teritorial Irak, dekat pelabuhan Umm Qasr, Basra. Iran mengklaim bertanggung jawab atas insiden tersebut dengan menyatakan bahwa drone bawah air telah meledakkan kapal-kapal tersebut.
Sementara itu, Bahrain melaporkan serangan Iran menargetkan tangki bahan bakar di Kegubernuran Muharraq utara. Kementerian Dalam Negeri Bahrain bahkan mengeluarkan peringatan agar warga di empat kota terdekat tetap berada di dalam rumah guna menghindari dampak asap dan api.
Negara-negara tetangga lainnya juga melaporkan upaya intersepsi serangan udara yang masif:
Di garis depan lainnya, militer Israel meluncurkan "gelombang serangan skala besar" terhadap infrastruktur Hizbullahdi Beirut, Lebanon. Koresponden BBC, Samantha Granville, menggambarkan situasi tersebut sebagai "malam paling bising" bagi kota tersebut sejak perang dimulai, dengan kilatan cahaya oranye yang menerangi langit malam.
Di sisi lain, Teheran mengklaim infrastruktur nasional mereka juga diserang, termasuk bank tertua di negara itu. Menteri Luar Negeri Iran menyatakan bahwa serangan tersebut terjadi saat bank "penuh dengan karyawan" dan berjanji akan melakukan pembalasan dendam. Iran juga mengonfirmasi telah meluncurkan gelombang baru rudal ke wilayah Israel, yang diklaim dibantu oleh serangan dari pihak Hezbollah.
Dampak Ekonomi: Harga Minyak Melambung
Ketegangan di Selat Hormuz, jalur air kunci bagi pengiriman energi dunia, berdampak langsung pada pasar komoditas. Harga minyak mentah Brent naik hampir 9% hingga melampaui US$100 per barel di perdagangan Asia.
Kenaikan ini tetap terjadi meski 32 anggota Badan Energi Internasional (IEA) sepakat untuk melepaskan 400 juta barel dari cadangan darurat mereka untuk menekan dampak perang. Pada hari Rabu, Iran memberikan peringatan keras bahwa harga minyak bisa menyentuh angka $200 per barel jika serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz terus meningkat. (BBC/CNN/AFP/Z-2)
IRGC menyatakan salah satu target yang kembali diserang adalah pusat komunikasi satelit Ha’ela di selatan Tel Aviv.
Duta Besar Iran untuk PBB menuduh serangan udara AS dan Israel sengaja menargetkan area residensial. Ribuan bangunan hancur dan ancaman hujan asam mengintai.
Iran mengklaim telah menghancurkan tangki bahan bakar dan gas pangkalan tersebut, landasan helikopter AS, fasilitas logistik dan pendukung.
Data Kpler ungkap 90% lalu lintas minyak di Selat Hormuz berhenti total pasca serangan ke Iran. Simak aksi nekat kapal tanker yang terpaksa 'gelap-gelapan' selamatkan pasokan
Uni Emirat Arab (UEA) tegas bantah laporan Bloomberg terkait menipisnya cadangan rudal pertahanan udara di tengah perang AS-Israel vs Iran. Cek faktanya!
Harga minyak Brent melonjak ke US$100 meski IEA merilis cadangan darurat 400 juta barel. Ketahui penyebab skeptisisme pasar di tengah konflik Timur Tengah.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia diproyeksikan mengalami tekanan pada perdagangan Kamis seiring meningkatnya volatilitas harga minyak mentah di pasar global.
Air New Zealand terpaksa batalkan 1.100 jadwal penerbangan menyusul lonjakan harga bahan bakar jet akibat konflik Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz.
Amerika Serikat melepas 172 juta barel minyak dari Cadangan Minyak Strategis (SPR), bagian dari aksi kolektif International Energy Agency (IEA).
Ancaman Iran menyerang kapal tanker di Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak dan kekhawatiran pasar energi global di tengah konflik dengan AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved