Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
SIRENE peringatan serangan udara menggaung keras di seantero wilayah Israel pada Minggu (8/3) pagi waktu setempat. Peringatan ini dipicu masuknya gelombang serangan rudal yang diluncurkan dari Iran, memaksa ribuan warga untuk segera mencari perlindungan.
Militer Israel mengonfirmasi sistem pertahanan udara mereka sedang bekerja keras merespons setidaknya dua gelombang serangan.
"Pertahanan udara sedang menanggapi setidaknya dua gelombang rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah Negara Israel," bunyi pernyataan resmi militer Israel.
Peringatan darurat awalnya diaktifkan di sebagian besar wilayah utara Israel, termasuk kota pelabuhan strategis, Haifa. Komando Front Dalam Negeri (Home Front Command) militer Israel segera memerintahkan penduduk untuk masuk ke tempat perlindungan bawah tanah atau ruang aman yang tersedia.
Setelah situasi dinilai terkendali di sektor tersebut, militer mencabut peringatan untuk wilayah utara. "Sekarang diizinkan untuk meninggalkan ruang terlindungi di semua wilayah negara," jelas pihak militer.
Namun, ketenangan tersebut tidak berlangsung lama. Sirene serangan udara kembali diaktifkan, kali ini menyasar wilayah selatan Israel, termasuk kota Beersheba, serta sebagian wilayah di Tepi Barat yang diduduki.
Media lokal Israel melaporkan sejumlah besar rudal telah diluncurkan dalam serangan fajar tersebut. Meski demikian, sebagian besar proyektil diklaim berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara sebelum mencapai sasaran. Hingga laporan ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan yang signifikan maupun korban jiwa akibat serangan terbaru ini.
Eskalasi serangan rudal ini merupakan bagian dari konflik yang kian memanas, yang dipicu oleh serangan awal Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Sejak perang pecah di penghujung Februari tersebut, serangan rudal tercatat telah menewaskan sedikitnya 10 orang di wilayah Israel.
Kondisi di lapangan saat ini masih dalam status siaga tinggi, mengingat intensitas serangan yang datang dalam beberapa gelombang sepanjang pagi ini. (AFP/Z-2)
Mereka juga menegaskan kembali komitmen mereka untuk mencegah wilayah Irak digunakan sebagai titik awal serangan terhadap negara-negara tetangga.
PT Pertamina (Persero) meningkatkan pengawasan operasional sebagai respons atas dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah.
PROGRAM rudal Iran dikembangkan semata-mata untuk mempertahankan wilayahnya dan Teheran tak berniat bernegosiasi dengan negara mana pun terkait program tersebut.
Parnell mengatakan dampak serangan tersebut hanya menyebabkan kerusakan minimal pada peralatan dan bangunan di pangkalan.
Rudal balistik yang ditembakkan Iran pada 23 Juni 2025, menghantam Pangkalan Udara Al Udeid milik Amerika Serikat (AS) di Qatar.
Iran klaim 200 pasukan AS tewas & luka dalam "Operation True Promise 4". Serangan rudal sasar pangkalan Al Dhafra & Armada ke-5 sebagai balas dendam atas Ali Khamenei.
Mabes TNI buka suara terkait beredarnya Telegram Panglima TNI mengenai status Siaga 1. Simak penjelasan Kapuspen TNI soal pengamanan objek vital nasional.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan konflik Timur Tengah hanya akan berakhir jika Iran menyerah tanpa syarat.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara tetangga yang terdampak serangan Iran sejak pecahnya konflik di Timur Tengah
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap dinamika global maupun potensi gangguan iklim.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved