Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Indonesia bersama koalisi negara-negara Arab dan Islam melontarkan kecaman keras terhadap tindakan provokatif rezim Zionis Israel yang menutup total kompleks Masjid Al-Aqsa. Langkah sepihak ini menyebabkan umat Muslim tidak dapat menjalankan ibadah di tempat suci tersebut selama bulan suci Ramadhan 1447 H.
Pernyataan bersama tersebut dikeluarkan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) RI bersama Menlu dari Arab Saudi, Yordania, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Pakistan, Mesir, dan Turki. Melalui keterangan resmi yang dipantau di Jakarta, Kamis (12/3/2026), para diplomat senior tersebut menegaskan penolakan penuh atas langkah ilegal Israel.
Dalam pernyataan bersama yang dirilis melalui platform media sosial X oleh Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, para Menlu menegaskan bahwa Israel sama sekali tidak memiliki kedaulatan atas wilayah Jerusalem Timur yang diduduki, termasuk situs suci umat Islam dan Kristen.
"Para Menlu menegaskan penolakan penuh dan kecaman keras atas langkah ilegal dan tak dapat dibenarkan ini, serta atas tindakan provokatif Israel di Masjid Al-Aqsa/Al-Haram Al-Sharif dan terhadap para jemaah," bunyi pernyataan kolektif tersebut.
Pembatasan akses ke Kota Tua Jerusalem dinilai sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional. Tindakan ini juga dianggap merusak status quo historis yang menempatkan Departemen Wakaf Jerusalem (di bawah Yordania) sebagai satu-satunya entitas sah yang berwenang mengelola akses ke Masjid Al-Aqsa.
Berdasarkan laporan kantor berita Palestina, WAFA, penutupan gerbang-gerbang Masjid Al-Aqsa telah berlangsung selama 11 hari berturut-turut hingga Rabu (11/3/2026). Rezim Israel berdalih bahwa penutupan tersebut merupakan prosedur keamanan darurat terkait eskalasi konflik militer mereka dengan Iran.
Namun, komunitas internasional melihat langkah ini sebagai diskriminasi agama yang nyata. Indonesia dan negara-negara Muslim lainnya mendesak komunitas internasional untuk segera mengambil tindakan tegas guna menghentikan pelecehan terhadap kesucian tempat ibadah di Yerusalem.
Para Menteri Luar Negeri mendesak Israel, sebagai kuasa pendudukan, untuk segera melakukan hal-hal berikut:
Situasi di Jerusalem saat ini dilaporkan sangat tegang, dengan penjagaan ketat aparat keamanan Israel di setiap sudut Kota Tua. Penutupan tempat suci ketiga umat Islam ini dikhawatirkan akan memicu gelombang protes yang lebih besar di seluruh dunia Islam, mengingat sensitivitas Masjid Al-Aqsa di bulan Ramadan.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri terus menjalin komunikasi intensif dengan negara-negara anggota OKI (Organisasi Kerja Sama Islam) untuk memastikan perlindungan terhadap hak-hak jamaah dan kesucian Masjid Al-Aqsa tetap terjaga. (Ant/I-2)
Pasukan Israel tutup Masjid Al-Aqsa 11 hari berturut-turut di Ramadan 2026. Pertama kali sejak 1967, salat Tarawih dan I'tikaf dilarang di situs suci.
OKI kutuk keras terorisme pemukim Israel di Tepi Barat dan penutupan Masjid Al-Aqsa selama 8 hari. Desak sanksi internasional atas pelanggaran hukum humaniter.
Israel menutup Masjid Al-Aqsa untuk hari ketiga di tengah Ramadan 2026 pasca-perang dengan Iran. Warga Palestina peringatkan perubahan status quo permanen.
Pasukan Israel tahan Syekh Rani Abu Sbeih di Masjid Al-Aqsa. Di tengah pengetatan akses Jumat kedua Ramadan, 100.000 jemaah tetap padati kompleks suci tersebut.
Jelang ramadan 1447 H, Dompet Dhuafa telah menyalurkan 300 mushaf Al-Qur'an, dalam bentuk Wakaf, untuk digunakan bagi masyarakat yang membaca Al-Qur'an di dalam Masjid Al Aqsa
Pasukan Israel tutup Masjid Al-Aqsa 11 hari berturut-turut di Ramadan 2026. Pertama kali sejak 1967, salat Tarawih dan I'tikaf dilarang di situs suci.
Israel menutup Masjid Al-Aqsa untuk hari ketiga di tengah Ramadan 2026 pasca-perang dengan Iran. Warga Palestina peringatkan perubahan status quo permanen.
Serangan Israel yang membabi buta terhadap lembaga-lembaga UNRWA di Palestina mengancam penghentian tugas kemanusiaan mereka bagi sebagian besar warga Palestina.
UNTUK pertama kali sejak awal 1980-an, tingkat pertumbuhan penduduk Israel akan turun di bawah 1,5%.
KELOMPOK perlawanan Palestina, Hamas, mencatat Israel telah 813 kali melanggar gencatan senjata yang diberlakukan di Jalur Gaza sejak 10 Oktober.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved