Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIAT Jenderal (Setjen) Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengecam keras peningkatan eskalasi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok pemukim ekstremis Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat. OKI menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk terorisme terorganisasi yang berlangsung di bawah perlindungan pasukan pendudukan Israel.
Berdasarkan laporan terkini pada Senin (9/3/2026), serangkaian aksi kejahatan yang meliputi pembunuhan, hasutan, hingga perluasan permukiman ilegal menyebabkan sejumlah warga Palestina tewas dan luka-luka di berbagai desa di Tepi Barat.
Setjen OKI menegaskan bahwa kejahatan keji tersebut merupakan kelanjutan dari kebijakan sistematis pendudukan Israel. Kebijakan ini mencakup pengusiran warga, aneksasi lahan, serta pembangunan permukiman kolonial sebagai upaya memaksakan kedaulatan Israel atas wilayah Palestina.
"Tindakan itu merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional dan berbagai resolusi legitimasi internasional yang berlaku," tulis pernyataan resmi OKI sebagaimana dikutip dari WAFA-OANA.
Selain situasi di Tepi Barat, OKI juga memberikan perhatian serius terhadap penutupan Masjid Al-Aqsa oleh otoritas Israel. Akses bagi para jemaah Muslim dilaporkan telah dilarang selama delapan hari berturut-turut.
OKI menggambarkan tindakan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kesucian tempat-tempat suci dan hak dasar kebebasan beribadah. Hal ini dinilai sebagai bentuk provokasi mendalam terhadap perasaan umat Muslim di seluruh dunia.
Setjen OKI memperingatkan bahwa serangan sistematis terhadap kota Jerusalem yang diduduki akan memicu siklus kekerasan dan ketegangan baru yang dapat menggoyahkan stabilitas kawasan Timur Tengah.
OKI kembali menyerukan kepada dunia internasional untuk tidak tinggal diam dan segera bertindak guna menghentikan seluruh pelanggaran yang terus berlangsung di wilayah Palestina demi tegaknya hukum internasional. (SPA-OANA/Ant/I-2)
Serangan pemukim Israel di Tepi Barat tewaskan 3 warga Palestina di Abu Falah. Militer Israel sebut insiden ini tak bisa ditoleransi. Simak kronologinya.
KEDUTAAN Besar Amerika Serikat di Israel berencana membuka layanan konsuler di permukiman Tepi Barat mulai akhir Februari.
Raja Yordania Abdullah II menyopiri Presiden Prabowo dari Istana Basman ke Lanud Marka, diiringi atraksi flypast F16, usai pertemuan bilateral yang membahas isu Palestina di Amman, Yordania.
Serangan brutal pemukim ilegal Israel di desa Susya, Hebron, hanguskan rumah dan kendaraan warga Palestina di tengah bulan Ramadan. Simak kronologinya.
Pasukan Israel tangkap 100 lebih warga Palestina sejak awal Ramadan di Tepi Barat. Penangkapan diwarnai kekerasan, sabotase rumah, dan penyitaan aset warga sipil.
Israel menutup Masjid Al-Aqsa untuk hari ketiga di tengah Ramadan 2026 pasca-perang dengan Iran. Warga Palestina peringatkan perubahan status quo permanen.
Pasukan Israel tahan Syekh Rani Abu Sbeih di Masjid Al-Aqsa. Di tengah pengetatan akses Jumat kedua Ramadan, 100.000 jemaah tetap padati kompleks suci tersebut.
Jelang ramadan 1447 H, Dompet Dhuafa telah menyalurkan 300 mushaf Al-Qur'an, dalam bentuk Wakaf, untuk digunakan bagi masyarakat yang membaca Al-Qur'an di dalam Masjid Al Aqsa
Ancaman terhadap Masjid Al-Aqsa kembali mencuat setelah Israel menggali terowongan di sekitar kompleks suci tanpa kajian ilmiah memadai. Aktivitas itu dikhawatirkan melemahkan struktur tanah dan memicu keruntuhan sebagian bangunan bersejarah.
KEGUBERNURAN Jerusalem, Palestina, memperingatkan pemerintah Israel agar menghentikan seluruh aktivitas penggalian di sekitar Masjid Al-Aqsa dan kawasan Kota Tua Jerusalem.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved