Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Serangan Membabi Buta Israel terhadap UNRWA Ancam Palestina

Media Indonesia
29/1/2026 23:32
Serangan Membabi Buta Israel terhadap UNRWA Ancam Palestina
Israel hancurkan gedung UNRWA.(Al Jazeera)

WAKIL Presiden sekaligus Wakil Ketua Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Hussein al-Sheikh, mengatakan serangan Israel yang membabi buta terhadap lembaga-lembaga UNRWA di Palestina mengancam penghentian tugas kemanusiaan mereka bagi sebagian besar warga Palestina.

Dalam unggahannya di X, wakil presiden itu mengatakan, "ami mengapresiasi sikap banyak negara yang telah mengutuk kampanye ini dan menuntut agar Israel segera menghentikan aksinya."

"Kami meminta semua negara saudara dan sahabat lain untuk mengambil sikap dan tindakan tegas terhadap otoritas Israel yang terus melakukan penjajahan, penghancuran, perusakan, terorisme oleh pemukim, penyitaan dana, aktivitas pemukiman yang terus menerus, penyitaan lahan, dan penyiksaan terhadap tahanan, dengan terang-terangan menentang norma-norma internasional, hukum, resolusi legitimasi internasional, dan keputusan organisasi kemanusiaan dan HAM," katanya.

"Dunia harus meneriaki otoritas pendudukan, 'Cukup!' Tidak ada lagi kompromi atau sikap pilih kasih terhadap pendudukan ini," tegasnya melanjutkan.

Sebelumnya, Indonesia mengutuk keras penghancuran fasilitas badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk pengungsi Palestina, UNRWA, oleh Zionis Israel di Jerusalem Timur pada Selasa (20/1).

Melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, Indonesia menegaskan bahwa nasihat hukum Mahkamah Internasional pada 22 Oktober 2025 kembali menekankan kewajiban Israel untuk mendukung kehadiran PBB di wilayah Palestina yang didudukinya, termasuk UNRWA.

"Tindakan ini merupakan pelanggaran serius terhadap kekebalan dan imunitas UNRWA," menurut Kemenlu RI melalui media sosial X, Rabu (21/1).

Indonesia menuntut Israel untuk menghormati keistimewaan dan kekebalan PBB sesuai hukum internasional, terlebih dengan fungsi UNRWA sebagai lembaga kemanusiaan yang perannya tak tergantikan bagi rakyat Palestina.

"Indonesia menyerukan agar Israel menghormati hukum humaniter internasional dan hukum internasional, termasuk menjamin perlindungan fasilitas dan personel PBB," demikian Kemenlu RI.

Penghancuran fasilitas UNRWA di Jerusalem Timur dilakukan oleh personel militer Zionis Israel yang dipimpin petinggi otoritas keamanan nasional Itamar Ben-Gvir pada Selasa.

Langkah tersebut merupakan bentuk intimidasi terbaru Israel terhadap badan PBB itu setelah badan legislatif Israel, Knesset, pada bulan lalu mengesahkan regulasi untuk memutus aliran listrik dan air ke fasilitas UNRWA di Jerusalem Timur. (WAFA/Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya