Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Ledakan Guncang Yerusalem: Iran Serang Pangkalan Militer Israel

Putri Rosmalia Octaviyani
12/3/2026 21:42
Ledakan Guncang Yerusalem: Iran Serang Pangkalan Militer Israel
Rudal Iran di atas langit Israel.(Dok. AFP/Jack Guez)

SUARA ledakan keras dilaporkan terdengar di langit Yerusalem pada Kamis (12/3/2026) sore waktu setempat. Insiden ledakan Yerusalem terjadi setelah militer Israel (IDF) mendeteksi gelombang serangan rudal dan drone yang diluncurkan dari wilayah Iran menuju pusat-pusat strategis di Israel.

Pihak Israel Defense Forces (IDF) mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara mereka telah diaktifkan untuk mencegat ancaman serangan Iran ke Israel tersebut. "Beberapa saat yang lalu, IDF mengidentifikasi rudal-rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah negara Israel. Sistem pertahanan sedang beroperasi untuk mencegat ancaman tersebut," tulis pernyataan resmi militer melalui saluran Telegram.

Target Serangan: Palmachim hingga Markas Shin Bet

Berbeda dengan serangan sebelumnya, militer Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) secara spesifik menyebutkan target operasi kali ini. Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran, mereka mengklaim telah menargetkan pangkalan udara Palmachim dan Ovda.

Selain pangkalan udara, Iran juga menyatakan bahwa markas besar Shin Bet—badan keamanan internal Israel—menjadi sasaran utama drone mereka. Serangan ini disebut melibatkan penggunaan rudal balistik canggih jenis Khorramshahr dan Kheibar Shekan yang memiliki hulu ledak seberat satu ton, serta drone bunuh diri.

Target yang Diklaim Iran Jenis Senjata Status Pertahanan Israel
Pangkalan Udara Palmachim Drone & Rudal Balistik Intersepsi Aktif
Pangkalan Udara Ovda Drone Jarak Jauh Intersepsi Aktif
Markas Shin Bet Drone Bunuh Diri Dalam Verifikasi

Eskalasi Konflik Timur Tengah Sejak Februari

Ketegangan antara Teheran dan Tel Aviv telah mencapai titik didih sejak akhir Februari 2026. Serangan terbaru ini merupakan bagian dari rangkaian aksi balasan Iran atas operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang sebelumnya menyasar fasilitas nuklir dan pangkalan rudal di Iran.

Pasukan Quds dari IRGC bersumpah akan terus melakukan pembalasan tanpa henti. Dalam pernyataannya, mereka menegaskan tidak akan berhenti hingga "musuh dikalahkan", merujuk pada operasi militer AS-Israel yang dimulai pada 28 Februari lalu.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa atau kerusakan infrastruktur di Yerusalem. Warga diimbau untuk tetap berada di dekat ruang pelindung (shelter) seiring dengan masih berbunyinya sirene peringatan udara di wilayah Israel tengah dan utara. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya