Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Wisatawan Hadiri Perayaan Natal di Bethlehem, Okupansi Hotel Naik 80%

Ferdian Ananda Majni
25/12/2025 16:31
Wisatawan Hadiri Perayaan Natal di Bethlehem, Okupansi Hotel Naik 80%
Penganut Kristen Ortodoks berkumpul di Edicule, Bethlehem, yang diyakini sebagai makam Yesus, pada Mei 2024.(AFP/ Ahmad Gharabli)

SETELAH dua tahun ditangguhkan sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Gaza, perayaan Natal akhirnya berlangsung kembali di Bethlehem, Yerusalem, Palestina. Wisatawan berbagai negara ikut menghadiri perayaan yang berpusat di Alun-alun Manger, selatan Yerusalem itu.

 

"Senang melihat perayaan ini kembali. Ini adalah pengalaman positif dan membuka pintu bagi kemungkinan bahwa seluruh wilayah ini dapat kembali ke kehidupan normal. Saya sangat senang berada di sini," kata Dwayne Jefferson dari Carolina Utara, Amerika Serikat.

 

"Saya melihat perayaan ini sebagai perayaan bagi setiap warga Palestina, bukan hanya umat Kristen. Saya juga melihat umat Muslim di sini, dan ini sangat penting dan menarik untuk masa depan bangsa ini," ucap Jean Charles dari Italia.

 

Bagi pelaku bisnis di sekitar Alun-Alun Manger, perayaan itu menjadi simbol optimisme. Namun itu tidak cukup karena sejumlah wisatawan sebenarnya adalah pekerja asing di Israel.

 

"Aktivitas yang kita lihat hari ini tidak cukup. Mereka yang mengunjungi Betlehem, sebagian besar adalah pekerja asing di Israel dari Filipina, India, dan Rumania, atau orang-orang kita sendiri. Namun demikian, ini penting untuk menunjukkan realitas kota dan kesiapannya untuk menerima peziarah dan wisatawan lagi," kata pemilik toko suvenir, Jack Jaqman.

 

"Saya sudah berada di toko suvenir saya selama 10 hari dan belum merasakan kehadiran rombongan turis sungguhan yang dapat memperbaiki situasi ekonomi," tambahnya. "Pada hari ini, kita berdoa agar pengepungan yang telah mengubah Betlehem menjadi penjara besar segera berakhir," harapnya.

 

George Ejha, pemilik Restoran St Georges, menyatakan pariwisata dapat bangkit setelah lama lesu akibat perang. "Saya benar-benar berhenti bekerja ketika perang pecah dan baru membuka kembali restoran dua minggu yang lalu. Kerugian yang saya derita tidak dapat dihitung. Kami berharap akan ada lebih banyak aktivitas di awal tahun," ujarnya.

 

Walikota Betlehem, Maher Canawati  Canawati optimistis akan pemulihan ekonomi setelah gereja-gereja utama kembali menerima peziarah. "Semua hotel di Betlehem membuka kembali pintu mereka untuk menerima pengunjung lokal dan asing setelah hampir dua tahun hampir sepenuhnya ditutup," sebut Canawati. "Insya Allah, roda pariwisata telah mulai berputar kembali," harapnya.

 

Menurut Kementerian Pariwisata Palestina, tingkat hunian hotel sejak awal tahun hanya mencapai 25 persen. Kepala Asosiasi Hotel Palestina, Elias al-Arja, menyebut kerugian hotel mencapai 300 juta dolar AS tahun ini. Namun, dimulainya kembali perayaan Natal membawa harapan baru.

 

"Tingkat hunian hotel selama dua hari terakhir meningkat hingga 80%, dengan sekitar 8.000 pengunjung, 6.000 di antaranya warga Palestina yang tinggal di Israel, dan 2.000 dari berbagai negara di Eropa dan Amerika Serikat," kata al-Arja. (Al Jazeera/M-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Bintang Krisanti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik