Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Saudi Resmikan Dapur Pusat di Gaza: Siapkan 24.000 Makanan Harian

Media Indonesia
27/2/2026 17:16
Saudi Resmikan Dapur Pusat di Gaza: Siapkan 24.000 Makanan Harian
Warga Gaza.(Al Jazeera)

PEMERINTAH Arab Saudi melalui Pusat Bantuan Kemanusiaan Raja Salman (KSrelief) secara resmi mengoperasikan dapur pusat di Jalur Gaza, Palestina. Langkah strategis ini diambil untuk menjamin ketahanan pangan bagi warga terdampak konflik, terutama dalam menyambut bulan suci Ramadan 1447 H atau tahun 2026.

Fasilitas dapur pusat ini merupakan hasil kolaborasi dengan Pusat Kebudayaan dan Warisan sebagai bagian dari kampanye penggalangan dana besar-besaran. Setiap hari, fasilitas ini mampu memproduksi sedikitnya 24.000 porsi makanan siap saji untuk didistribusikan kepada warga Palestina yang membutuhkan.

Target Distribusi 3,6 Juta Paket Makanan

Proyek kemanusiaan ambisius ini menargetkan penyaluran total 3,6 juta porsi makanan selama masa operasionalnya. Fokus utama pendistribusian diarahkan ke wilayah-wilayah dengan konsentrasi pengungsi tertinggi guna memastikan bantuan tepat sasaran.

Beberapa wilayah prioritas distribusi meliputi:

  • Kota Deir Al-Balah (Pusat pengungsian utama).
  • Wilayah Al-Qarara.
  • Kamp-kamp pengungsian mandiri di sekitar Jalur Gaza.

Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal dan Standar Kesehatan

Selain menyediakan bantuan pangan, operasional dapur pusat ini juga memberikan dampak ekonomi positif bagi warga lokal. Fasilitas ini mempekerjakan 40 tenaga kerja asal Gaza, mulai dari bagian pengolahan makanan hingga logistik.

KSrelief memastikan bahwa seluruh proses produksi makanan di dapur pusat ini telah menerapkan standar kesehatan internasional tertinggi. Hal ini dilakukan untuk menjamin keamanan pangan dan nutrisi bagi para pengungsi, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Komitmen Berkelanjutan Kerajaan Arab Saudi

Pengawas Umum KSrelief, Abdullah Al Rabeeah, menegaskan bahwa peresmian dapur pusat ini merupakan kelanjutan dari komitmen jangka panjang Kerajaan Arab Saudi. Bantuan terus mengalir melalui berbagai jalur, baik darat, laut, maupun udara.

“Proyek ini adalah dedikasi berkelanjutan dari Kerajaan Saudi untuk meredakan krisis kemanusiaan di Palestina. Kami memprioritaskan dukungan bagi kelompok yang paling rentan, termasuk perempuan dan anak-anak, agar mereka mendapatkan akses pangan yang layak di tengah situasi sulit,” ujar Al Rabeeah.

Dengan beroperasinya dapur pusat ini, diharapkan beban krisis pangan di Gaza dapat berkurang secara signifikan selama bulan Ramadan, sekaligus menjadi simbol solidaritas internasional bagi rakyat Palestina. (SPA/Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya